Hendro Siswanto: Berat Tinggalkan Arema FC yang Saya Bela 9 Tahun

memilih untuk pamitan kepada , meski menjadi leader sejak menjabat sebagai kapten tim di era kepelatihan Mario Gomez musim 2020 lalu.

Hendro mengutarakan, melepas jersey klub berlogo kepala singa adalah keputusan besar dalam perjalanan karirnya sebagai pesepak bola profesional, sejak diorbitkan tahun 2008 silam.

“Berat rasanya meninggalkan klub yang sudah saya bela dari 9 tahun yang lalu,” ucap Hendsis, sapaan akrab Hendro Siswanto pada postingan akun Instagram pribadinya, Selasa (16/02/21).

“Sembilan tahun yang sangat sangat luar biasa bisa bersama Arema,” sambung gelandang kelahiran Tuban, 30 tahun lalu tersebut.

Ya, Hendsis membangun cerita karirnya hampir satu dekade bersama Tim Singo Edan. Dia menjadi pengisi lini tengah di era kepelatihan , setelah merampungkan musimnya bersama Persiba akhir 2012 silam.

Catatan itu hanya kalah tipis dibanding dua rekannya. Dendi Santoso menjadi pemain paling loyal dengan 13 tahunnya di Arema FC sejak promosi ke tim senior musim 2008 silam, disusul Johan Ahmat Farizi musim 2009.

“Terima kasih kepada Arema yang dari kecil sudah menjadi motivasiku hingga sampai saat ini,” tandas Hendsis.

Sayang, Hendra Siswantio belum sempat membawa Arema ke tangga juara kompetisi. Prestasi terbaiknya berada di sejumlah turnamen, seperti memenangi Piala Presiden 2017 dan 2019, Menpora Cup 2013, 2015 hingga babak 16 besar musim 2014 silam.

Berita Terkait