5 Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Rising Star di SEA Games

selalu menjadi turnamen yang dinantikan . Pesta olahraga kawasan Asia Tenggara itu kerap menjadi panggung adu gengsi dan unjuk kemampuan.

SEA Games awalnya menerapkan aturan penggunaan tim senior untuk cabang olahraga sepak bola. Aturan itu berlaku sampai edisi 1999.

Mulai 2001, Timnas U-22 yang diperbolehkan untuk bertanding di SEA Games. Hal itulah yang memungkinkan lahirnya pemain-pemain kejutan.

Dengan usia yang lebih muda, keberadaan mereka kerap memberikan kejutan. Mulai dari rajin mencetak gol, menjadi roh permainan, hingga tembok kukuh di lini belakang.

Wajar bila label rising star layak disematkan kepada pemain yang mampu memberikan kejutan di SEA Games. Biasanya, SEA Games menjadi langkah awal untuk bisa menembus .

Bola.com mencatat ada lima pemain berlabel rising star di yang lahir dan bersinar di SEA Games. Mereka tampil menggebrak dalam turnamen tersebut dan menunjukkan kualitas mumpuni sebagai pemain. Siapa saja?

Vermansah

Timnas Indonesia tampil gemilang pada SEA Games 2011. Ketika itu, tim asuhan Rahmad Darmawan tak terbendung sampai melaju ke final.

Kesuksesan itu tak bisa dipisahkan dari peran Andik Vermansah. Kehadiran Andik membuat alur pemainan Timnas Indonesia semakin berwarna.

Sayangnya, Timnas Indonesia menyerah 0-1 dari Malaysia pada laga final. Medali emas SEA Games pun menjadi milik Malaysia.

Andik ketika itu tercatat turut menyumbang satu gol. Pada 2013, Andik kembali dipercaya untuk membela Timnas Indonesia di SEA Games. Sayangnya, Andik harus mendapati kenyataan kembali meraih medali perak.

Manahati Lestusen debut di SEA Games pada 2013. Ketika itu, Manahati baru berusia 19 tahun dan dipercaya pelatih Rahmad Darmawan untuk mengisi lini tengah.

Manahati tampil mengesankan di SEA Games 2013. Kualitasnya di lini tengah mampu membantu Timnas Indonesia melaju ke final.

Namun, Timnas Indonesia gagal meraih medali emas karena menyerah 0-1 dari Thailand. Pada SEA Games 2015, Manahati kembali dipercaya bermain untuk Timnas Indonesia dan dijadikan kapten oleh pelatih Aji Santoso.

Namun, Timnas U-22 ketika itu gagal tampil gemilang. Laju Timnas Garuda hanya sampai semifinal setelah menyerah 0-5 dari Thailand.

Evan Dimas tampil menggebrak pada SEA Games 2015. Ketika itu, Evan yang bermain di bawah asuhan pelatih Aji Santoso berhasil mencetak empat gol.

Namun, laju asuhan Aji Santoso ketika itu terhenti di babak semifinal setelah menyerah 0-5 dari Thailand.

Dua tahun kemudian, Evan Dimas kembali dipercaya tampil di SEA Games. Pelatih Luis Milla menaruh kepercayaan pada Evan Dimas untuk menghuni lini tengah Timnas Indonesia U-22.

Namun, Timnas Indonesia harus puas meraih medali perunggu. Pada edisi 2019, Evan kembali dipercaya tampil di SEA Games dengan memanfaatkan slot pemain senior.

Evan tampil gemilang sebagai motor serangan di lini tengah Timnas Indonesia. Namun, Tim Merah Putih asuhan gagal meraih medali emas setelah menyerah 0-3 dari Vietnam.

Septian David Maulana

Septian David Maulana tampil menggila di SEA Games 2017. Ketika itu, Septian menjadi pemain andalan pelatih Luis Milla di lini depan.

Kepercayaan itu dibayar sempurna dengan sumbangan tiga gol dari Septian. Akan tetapi, Timnas Indonesia harus puas meraih medali perunggu karena takluk 0-1 dari Malaysia dalam laga semifinal.

Itu menjadi satu-satunya penampilan Septian David di SEA Games. Pada 2019, namanya tak turut dimasukkan dalam skuad Timnas Indonesia asuhan Indra Sjafri.

Egy Maulana Vikri

SEA Games 2019 bisa dikatakan sebagai panggung Egy Maulana Vikri untuk unjuk gigi. Egy ketika itu datang membela Timnas Indonesia dengan status pemain Lechia Gdansk.

Kehadiran Egy membuat lini tengah Timnas Indonesia menakutkan. Egy juga sukses mencetak empat gol untuk Timnas Indonesia.

Namun, pada laga final Timnas Indonesia bermain antiklimaks. Timnas Merah Putih menyerah 0-3 dari Vietnam sekaligus harus puas meraih medali perak.

Berita Terkait