Konflik BCS dan PSS Sleman Usai, Boikot Dicabut

PSS Sleman dan kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) akhirnya berdamai. Boikot tak menyaksikan laga kandang Super Elang Jawa pun dicabut.

Pertemuan PSS dengan BCS digelar, Selasa (9/2) malam WIB. Manajeman PT Putra Sleman Sembada bersyukur apa yang sudah dilakukan oleh manajemen mendapat apresiasi dari BCS. Manajemen berjanji akan terus melakukan perbaikan.

“Silaturahmi dengan BCS yang merupakan mitra dan keluarga PSS menjadi momentum baik mempertemukan beberapa hal yang bisa dikembangkan. Kami sangat senang dan bersyukur sudah mendapatkan apresiasi dari suporter,” ujar Direktur Utama PT PSS Marco Gracia Paulo, dalam keterangannya, Kamis (11/2/2021).

Dalam pertemuan itu, kata Marco, ada pembahasan berbagai hal yang sudah didiskusikan sejak lama. Terutama tentang 8 tuntutan yang disampaikan kepada PSS pada 2019 dan hasil Forum Besar BCS 2020 lalu.
PSS Sleman berdamai dengan BCS.PSS Sleman berdamai dengan BCS. Foto: dok.Istimewa

“Seperti pernah disampaikan sebelumnya, bagi PT PSS sikap kritis BCS sebenarnya bukanlah tuntutan, tapi merupakan program kerja bagi manajemen. Itu yang memang seharusnya dilakukan untuk menjadikan PSS jauh lebih baik,” tegas Marco,”

“Saya cukup percaya, kita sudah melihat hasil dan buktinya, bahkan sudah dirasakan oleh teman-teman. Berbagai keinginan dari 8 Tuntutan dan hasil Forum Besar itu secara tidak langsung atau langsung sudah terpenuhi dan terjawab,” tambahnya.

Sementara itu, Jaguar Tominangi alias Jenggo selaku perwakilan BCS yang turut hadir merasa senang dan berterima kasih atas pertemuan yang sudah berlangsung dengan PT PSS.

“Kami mengapreasiasi sekali, luar biasa, apa yang sudah dilakukan oleh manajemen saat ini. Apa yang diinginkan oleh suporter dengan 8 Tuntutan dan hasil Forum Besar bisa diwujudkan dan dilaksanakan oleh manajemen. Ini merupakan hadiah di ulang tahun BCS yang ke-10,” tegas Jenggo.