Musim Kompetisi 2021 Bakal Berlangsung Normal Dengan Promosi-Degradasi

Kompetisi musim 2021 akan berjalan normal dengan tetap adanya promosi dan degradasi. Sebelumnya, PSSI menghapuskan hal tersebut pada kompetisi musim 2020, yang akhirnya gagal dilanjutkan dan dibatalkan.

Pada pertemuan klub dengan () beberapa waktu lalu, masih ada beberapa klub yang meminta supaya musim 2021 digelar tanpa degradasi. Namun, PSSI sepertinya tidak setuju untuk melakukan hal itu.

Seperti disampaikan ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, bahwa Liga 1 dan Liga 2 2021 akan berjalan normal seperti seharusnya. Artinya, ada tiga tim Liga 2 yang promosi ke Liga 1, untuk menggantikan tiga tim yang degradasi ke Liga 2.

“Liga 1 2021 bakal sesuai regulasi, ada promosi dan degradasi. Semua ketentuan dalam kompetisi musim 2021 ini sudah dikomunikasikan kepada dan ,” beber Iriawan kepada awak media.

Banyak juga klub yang tidak keberatan soal adanya promosi dan degradasi, meski persiapan klub mungkin minim, dan kondisi tengah sulit di masa pandemi virus corona. Adanya promosi dan degradasi dinilai tetap penting untuk sebuah kompetisi.

“Seharusnya ada degradasi. Sistemnya tetap tiga degradasi dan tiga promosi dari Liga 2. Sistem ini bagus untuk membuat kompetisi sehat, buat tim mau juara serta kompetisi tetap sehat untuk tim tidak mau degradasi,” ucap pelatih Bali United, , beberapa waktu lalu.

“Mudah-mudahan kompetisi 2021 bisa cepat mulai. Pemain sudah hampir setahun tidak bermain di ajang kompetitif,” sambung pelatih asal Brasil yang dalam dua musim beruntun mendapat gelar sebagai pelatih terbaik Liga 1 tersebut.

LIB juga sempat menginformasikan bahwa kemungkinan kembali normal menjadi dua wilayah saja. Ketika ingin melanjutkan Liga 2 2020 lalu, LIB memecah 24 tim Liga 2 ke empat grup, untuk efisiensi kompetisi. Tapi akhirnya musim 2020 batal digelar.

Jatah promosi klub Liga 2 juga sempat ingin dipangkas dari tiga menjadi dua pada lanjutan musim 2020 lalu. HIngga kini, memang belum ada informasi lebih lanjut soal kompetisi, karena PSSI dan LIB ingin fokus menyempurnakan protokol kesehatan, serta mendapatkan izin dari kepolisian.

Menurut Iriawan, bakal dilangsungkan tes swab antigen setiap sebelum pertandingan Liga 1 dan Liga 2. Jika memang ada anggota tim yang positif, maka akan dilangsungkan tindakan dengan membawa orang tersebut untuk karantina.

Berita Terkait