3 Pemain Indonesia yang Pernah Membela FC Utrecht Sebelum Bagus Kahfi: Mayoritas Kandas di Tengah Jalan

FC Utrecht akhirnya secara resmi memperkenalkan Bagus Kahfi sebagai rekrutan anyar pada Jumat (5/2/2021). Hal ini melanjutkan tradisi FC Utrecht dalam merekrut pemain asal .

Bagus Kahfi mendapatkan kontrak berdurasi satu setengah tahun dengan opsi perpanjangan selama semusim di FC Utrecht. Namun, Bagus Kahfi tak langsung akan dipercaya tampil di tim utama.

Bagus Kahfi akan dimainkan di FC Utrecht U-18. Meski demikian, pencapaian ini tetap mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat Indonesia.

Nama FC Utrecht memang sudah tidak asing di telinga publik Indonesia. Namun, ketenarannya tak selevel dengan yang sering tampil di kompetisi Eropa.

Sejak terbentuk, FC Utrecht belum sekalipun terlempar ke kasta kedua Belanda. Meski demikian, belum ada satu pun gelar yang mampu diraih FC Utrecht.

Prestasi terbaik FC Utrecht adalah peringkat ketiga pada musim 1980-1981 dan 2000-2001. Selain itu, FC Utrecht juga berhasil meraih tiga trofi KNVB Cup pada musim 1984-1985, 2002-2003, dan 2003-2004.

Bola.com mencatat, sejauh ini sudah ada tiga pemain Indonesia sebelum Bagus Kahfi yang pernah berada di FC Utrecht. Namun, mayoritas tak memiliki karier panjang dan gagal menemui kesuksesan bersama klub berjulukan Domstedelingen itu. Siapa saja?

Marc Klok merupakan pemain asli binaan akademi FC Utrecht. Namun, Marc Klok ketika itu tak mendapatkan kesempatan membela FC Utrecht dalam karier profesionalnya.

Marc Klok justru diberdayakan ke tim satelit FC Utrecht yakni Jong FC Utrecht. Di sana Klok mendapatkan 17 kesempatan bermain dan mencetak dua gol.

Sejak saat itu, Klok tidak lagi membela klub Belanda. Klok hijrah ke Skotlandia dan bergabung dengan Ross County.

Klok saat ini masih aktif bermain di Indonesia. Indonesia itu tergabung dalam skuad Jakarta.

Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly merupakan lulusan akademi FC Utrecht. Setelah sembilan tahun menimba ilmu, pada 2010 akhirnya Stefano Lilipaly menembus skuat inti FC Utrecht.

Namun, karier impian yag diharapkan tak menjadi kenyataan. Ketika itu, Stefano Lilipaly hanya mendapatkan lima kesempatan bermain selama dua tahun dan sukses mencetak satu gol.

Stefano Lilipaly kemudian memilih hengkang ke Almere City. Stefano Lilipaly mengalami peningkatan karier dan sukses membukukan 39 penampilan dan mencetak tiga gol.

Stefano Lilipaly saat ini masih aktif bermain sebagai pesepak bola. menjadi klub terakhir yang dibelanya dan belum diketahui nasibnya karena tak lagi memiliki kontrak setelah habis pada akhir Desember 2020.

Irfan Bachdim merupakan pemain asli binaan akademi FC Utrecht yakni rentang 2003-2007. Namun, Bachdim tidak banyak mendapatkan kesempatan ketika menembus skuat inti.

Selama dua tahun, Bachdim banyak diberi kesempatan bermain sekali oleh FC Utrecht. Bachdim mengaku akhirnya harus mengambil keputusan untuk meninggalkan klub profesional pertamanya itu.

“Mereka selalu memandang sebelah mata pemain muda yang direkrut dari akademi. Alhasil kemampuan saya tak berkembang karena jarang mendapat kesempatan,” kenang Irfan Bachdim.

Bachdim kemudian hengkang Haarlem. Di sana dirinya mendapatkan kesempatan bermain lebih baik yakni sebanyak 12 kali dan sukses mencetak satu gol.

Irfan Bachdim saat ini masih aktif bermain sebagai pesepak bola. Pemain 32 tahun itu membela sejak 2020 dan sudah mengoleksi tiga penampilan.

Berita Terkait