Soal Kompetisi, Menpora Bakal Komunikasi Dengan Kepolisian

Menteri Pemuda dan Olahraga () , mendukung PSSI menggelar kompetisi 2021. Ia pun menyebut bakal melakukan komunikasi dengan Kepolisian Republik (Polri).

Izin dari Polri, menjadi syarat utama untuk menghelat kompetisi. Oleh karena itu, PSSI mesti segera mendapatkannya sehingga bisa menyusun rencana secara matang.

“Tapi yang dilaporkan ke kami secara umum, bahwa mereka (PSSI) berharap dapat izin dan protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat. Belum bicara detail, karena kami di intenal akan rapat lagi,” kata Zainudin.

“Setelah mendapat laporan dari PSSI, kami akan komunikasi dengan kepolisian. Tentu secara paralel PSSI juga berkomunikasi dengan kepolisian. Jadi itu garis besarnya,” Zainudin menambahkan.

Sementara ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, berharap Polri mau memberikan izi. Dalam waktu dekat ia bakal melakukan pertemuan dengan pihak Polri.

“Mohon doanya mudah-mudahan bisa diproses dengan baik. Dan apabila kami sudah mengantongi izin, kami akan melakukan persiapan untuk klub menyongsong kompetisi,” ujar Iriawan.

Sebelumnya PSSI sudah memutuskan dan dibatalkan. Keputusan tersebut diambil usai federasi sepakbola nasional tersebut menggelar rapat komite eksekutif (Exco), beberapa waktu lalu.

Selain membatalkan kompetisi 2020, ada beberapa ketetapan lainnya yang dikeluarkan dari tersebut. Mulai dari tidak ada klub yang menjadi juara dan terdegradasi.

Kemudian, peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021 adalah peserta kompetisi musim 2020. Lalu terakhir kontrak pemain diatur oleh klub mengacu kepada aturan keadaan kahar di dalam kontrak masing-masing kesebelasan.

Kendati sudah memutuskan kedua kompetisi tersebut dibatalkan, PSSI belum menentukan bergulirnya musim 2021. Persoalan tersebut bakal dibahas ketika tahunan dilaksanakan pada 29 Mei 2021.

Kabar yang beredar bakal dilangsungkan pada Juni mendatang. Sejumlah klub meminta PSSI untuk menggelar turnamen sebelum kompetisi dimulai.

Turnamen dinilai wadah yang tepat untuk klub melakukan persiapan. Hal tersebut karena hampir satu tahun seluruh kontestan tidak menjalani pertandingan akibat pandemi virus corona melanda Indonesia.

Berita Terkait