Rahmad Hidayat Ogah Balik ke Persib Demi Antar PSMS Promosi ke Liga 1

Gelandang serang PSMS Medan, Rahmad Hidayat, mengungkapkan keinginannya bertahan bersama tim berjulukan Ayam Kinantan. Mantan pemain Persib Bandung, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta, ini merasa tugasnya sebagai pemain belum tuntas lantaran langkah PSMS menuju Liga 1 tertunda karena kompetisi Liga 2 2020 harus terhenti.

Padahal Rahmad Hidayat sudah memulai kiprahnya bersama PSMS Medan dengan baik pada laga perdana Liga 2 2020 di Stadion Teladan, Medan, Minggu 15 Maret 2020. Menjamu klub asal Riau, Tiga Naga, PSMS menang dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan PSMS diborong oleh Rahmad lewat skema bola mati.

Dalam channel Youtube Sikambal2 TV, Rahmad Hidayat yang kini berstatus bebas transfer mengaku nyaman berada di PSMS. Selain dekat dengan keluarga, Rahmad menilai manajemne PSMS sangat total melayani pemain.

“Kondisi PSMS sangat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Satu contoh totalitas manajemen adalah selalu berusaha memenuhi kebutuhan pemain. Terutama terkait pembayaran gaji yang tidak pernah tertunggak,” ujar Rahmad Hidayat yang disebut-sebut mendapat kontrak tertinggi di PSMS pada Liga 2 2020 lalu.

Hal itu yang membuat Rahmad menegaskan bakal menomorsatukan PSMS ketimbang tim lain. Hanya, terkait situasi jadwal kompetisi yang belum jelas, Rahmad belum menjalin komunikasi dengan tim mana pun.

Untuk menjaga kebugaran dan sentuhannya, Rahmad berlatih bersama tim PON Sumatra Utara yang akan berkiprah di Papua pada Oktober mendatang. Kebetulan pelatih PON Sumut, Ansyari Lubis, notabene juga asisten Gomes de Oliveira di PSMS Medan.

“Berlatih bersama dengan dengan pemain muda mempercepat pengembalian kondisi saya. Sebelumnya saya merasa agak gemuk karena makan dan latihan yang tidak teratur,” ujar pemain yang berharap masih bisa berkarier bersama PSMS Medan itu.

Membiayai Klub Amatir di Turnamen Tarkam

Kompetisi yang terhenti membuat para pelaku sepak bola Indonesia mencari kesibukan masing-masing untuk mengisi waktu. Termasuk Rahmad yang beberapa waktu lalu membiayai Satria Porta, klub amatir yang berkiprah di turnamen antarkampung di Kecamatan Patumbak, Deli Serdang.

“Saya menjadi pemodal, pemain, sekaligus pelatih. Ternyata tidak mudah mengurus sebuah tim meski hanya amatir,” terang Rahmad.

Selain sepak bola, Rahmad juga kerap menerima ajakan bermain futsal. Kelebihan Rahmad dalam dribling sekaligus melewati lawan membuatnya menjadi andalan.

“Saya memang menjadikan futsal untuk menjaga dan sekaligus mengasah kemampuan. Saya terinspirasi dengan saran sejumlah pelatih asal Brasil yang mengatakan futsal sangat bermanfaat buat pesepak bola,” pungkas pemain PSMS Medan itu.

Mendukung Pemain Muda ke Luar Negeri

Dalam kesempatan itu pula, Rahmad Hidayat menyatakan dukungannya kepada para pemain yang memutuskan menerima tawaran bermain dari klub luar Indonesia.

“Selagi ada kesempatan di tengah ketidakjelasan kompetisi dalam negeri, bermain di kompetisi luar negeri sangat baik untuk pengalaman dan juga penghasilan,” ungkap Rahmad yang pernah mendapatkan tawaran bermain dari sebuah klub di Belgia.

Sayang, kini faktor usia dan keluarga membuat pemain PSMS Medan ini mengaku tidak tertarik lagi bermain di luar negeri meski mendapatkan tawaran.