PSSI: Harus Ada Turnamen Pramusim

PSSI selaku federasi rupanya sudah berpesan kepada PT Baru () bahwa penting untuk menyelenggarakan sebelum kompetisi musim 2021.

Memang belum jelas kapan dan bagaimana bakal dilaksanakan, tapi keberadaan turnamen pramusim dinilai sangat penting, mengingat bagaimana sepakbola Indonesia tidak aktif sejak lama.

Rencana soal turnamen pramusim memang sudah beredar dari banyak kalangan, dan diharapkan event tersebut bisa dieksekusi sebelum Juni, dan dijadikan gladiresik kompetisi di tengah pandemi virus corona.

“Iya memang harus ada turnamen pramusim, PT LIB sementara ini merancang turnamen pramusim. Rencananya memang demikian, ada turnamen pramusim seperti yang diminta oleh klub,” ungkap pelaksana tugas sekjen PSSI, .

Sepakbola Indonesia sudah rehat sejak pertengahan Maret tahun lalu karena pandemi virus corona. Liga 1 musim 2020 yang baru berjalan tiga pekan dihentikan dengan status keadaan kahar, hingga akhirnya saat ini dibatalkan.

Kini seluruh pihak fokus merancang bagaimana pelaksanaan kompetisi musim 2021, dengan berharap izin dari pihak kepolisian bisa segera didapatkan, karena hal tersebut menjadi hal yang krusial dan dipegang oleh klub.

Banyak klub yang sudah menyuarakan bagaimana mereka butuh turnamen pramusim untuk memanaskan mesin. Turnamen tersebut ideal digelar dalam rentang Maret hingga Mei, sebelum Liga 1 dimulai pada Juni.

Direktur utama LIB, Akhmad Hadian Lukita, menjelaskan bahwa saat ini fokus pihaknya adalah perizinan dari kepolisian. Apalagi, Kepolisian Republik Indonesia () dipimpin sosok baru, yakni .

“Belum ada waktu pasti kapan kami bertemu [], karena setelah pelantikan kami baru bersurat terlebih dahulu,” ucap Lukita.

“Sekarang kami masih fokus untuk mendapatkan izin lebih dahulu. Kalau sudah ada izin buat rencana liga, baru mungkin [merencanakan turnamen]. Kalau masih ada waktu sebelum Liga 1 dimulai, baru bisa membuat rencana soal turnamen pramusim,” tutupnya.

Turnamen pramusim kerap jadi penanda kembalinya sepakbola Indonesia yang sempat terlarang. Event tersebut macam Piala Presiden 2015, yang dibuat setelah kompetisi resmi dilarang oleh pemerintah.

Berita Terkait