Tuan Rumah Liga Champions Asia Berpeluang Gelar Kualifikasi Piala Dunia 2022

Konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah menetapkan persyaratan bagi negara yang ingin menjadi tuan rumah fase grup Liga Champions Asia (LCA) 2021, karena akan berkaitan dengan penyelenggaraan kualifikasi Piala Dunia 2022.

Seperti diketahui, fase grup LCA 2021 akan dilangsungkan secara terpusat di satu tempat di masing-masing grup, karena pandemi virus Corona belum mengalami penurunan yang signifikan.

Federasi sepakbola Thailand (FAT) kemarin telah merilis persyaratan yang diberikan AFC terkait masalah itu. Sebab, negara yang ditunjuk menjadi tuan rumah LCA 2021 mempunyai kesempatan serupa untuk menggelar laga sisa kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 pada akhir Maret kini terancam pengunduran setelah sejumlah negara memberlakukan kebijakan ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“AFC telah memberikan persyaratan untuk menjadi tuan rumah fase grup. Negara yang ditunjuk menjadi tuan rumah mempunyai kesempatan untuk menggelar pertandingan babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 jika format sentralisasi digunakan pada matchday FIFA antara Mei dan Juni,” demikian pernyataan FAT.

“AFC telah membuka pintu kepada anggotanya untuk mengajukan kesediaan menjadi tuan rumah hingga 15 Februari.”

Ketika mengajukan kesiapan menjadi tuan rumah, sejumlah persyaratan harus disertakan dalam proposal. Syarat utama adalah negara yang klubnya bertanding di kompetisi antarklub kasta tertinggi di Asia ini. Selain itu, satu negara diperbolehkan menjadi tuan rumah lebih dari satu grup.

Selanjutnya, masing-masing grup harus mempunayi satu lapangan berstandar AFC. Negara tuan rumah juga diminta memberikan jaminan tidak ada kebijakan pembatasan (atau pembatasan ringan) penerbangan dan karantina.

Level bandar udara (bandara) juga harus kelas A atau memiliki penerbangan langsung, maupun transit internasional. Situasi pandemi COVID-19 menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan tuan rumah.

Tuan rumah wajib mempunyai lapangan cadangan untuk menggelar pertandingan terakhir yang menentukan agar dapat dilangsungkan secara serentak. Tuan rumah pun harus memiliki sedikitnya satu lapangan latihan untuk dua klub yang berpartisipasi.

AFC juga meminta tuan rumah untuk berkoordinasi dengan departemen kesehatan terkait dalam mendeteksi COVID-19 untuk tim dan perwakilan AFC ketika datang empat hari sebelum laga perdana sampai akhir fase grup, dan sesuai dengan standar yang diterapkan AFC.

Keuntungan dari hak siar dan pemasaran menjadi miliki AFC. Sedangkan tuan rumah bisa menjual tiket jika penonton diizinkan datang ke stadion.

Di lain sisi, tuan rumah harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Sebab, mereka bertanggung jawab atas biaya penggunaan stadion dan lapangan latihan, fee kompetisi, termasuk berbagai biaya administrasi lainnya sepanjang turnamen.

Mereka juga nantinya bertanggung jawab terhadap biaya transportasi domestik untuk klub dan perwakilan AFC. Demikian juga dengan biaya untuk medis, diantaranya tes COVID-19 dan biaya lainnya. Begitu pula biaya akomodasi tiap klub yang menjadi tanggungan tuan rumah.

Kendati demikian, AFC telah menyiapkan anggara untuk membantu semua tuan rumah dan klub peserta kompetisi yang berkaitan dengan akomodasi, makanan, dan tes COVID-19.