PSSI Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Melalui asosiasi provinsi (Asprov), kirim bantuan kepada korban gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar) dan banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dikatakan oleh Ketua Umum PSSI, sejatinya pihaknya ingin terjun langsung dalam berikan bantuan tersebut.

Akan tetapi akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi hal itu tidak bisa dilakukan.

PSSI memutuskan bantuan dikirimkan lewat asosiasi provinsi (Aprov) PSSI.

Mochamad Iriawan berharap dengan bantuan tersebut dapat sedikit membantu para korban.

Dilansir BolaSport.com dari laman resmi PSSI, bantuan yang diberikan yakni sejumlah uang tunai dan 200 paket sembako untuk setiap Asprov.

“Sayangnya situasi pandemi Covid-19 yang tengah terjadi tidak memungkinkan bagi kami terjun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan,” kata Mochamad Iriawan.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit mengobati rasa dukacita yang mendalam atas bencana alam yang terjadi.

“Kami turut berempati dan berdukacita dengan apa yang menimpa keluarga besar PSSI di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, sebagai keluarga kita harus saling membantu pegiat sepakbola yang kini tengah terdampak bencana,” ujarnya.

Untuk di Kalimantan Selatan, bantuan diterima langsung oleh Ketua Asprov PSSI Kalsel, .

menyebut akan meneruskan bantuan kepada keluarga besar PSSI di Kalsel.

“Bantuan berupa sembako dari Pak Ketua Umum PSSI ini akan kami salurkan kepada keluarga besar PSSI di Kalsel,” ucap Hasnuryadi.

“Di antaranya pengurus Asprov PSSI Kalsel serta pengurus di Kabupaten/Kota yang terdampak banjir seperti Kuala, Banjarmasin, Banjar Tanah Laut, dan Hulu Sungai Tengah,” tuturnya.

Sementara itu, bencana alam yang terjadi di Sulbar dan Kalsel terjadi pada bulan Januari lalu.

Di Sulbar, gempa bumi terjadi dua kali yakni tanggal 14 dan 15 Januari 2021.

Dikutip dari Kompas.com, selain memakan korban jiwa, akibat gempa bumi membuat masyrakat harus mengungsi.

Sementara untuk banjir di Kalsel, sebanyak 10 Kabupaten harus terkena dampak.

Tercatat sekitar 49 ribu jiwa masih mengungsi.

Berita Terkait