Liga 1 Tak Kunjung Bergulir, Syaiful Indra Cahya Sampai Jual Tanah Agar Dapurnya Tetap Ngebul

Bek , , merasakan betul efek dihetikannya Shopee akibat pandemi COVID-19. Pemain 28 tahun itu mulai menguras tabungan demi menghidupi keluarganya di Malang.

Maklum, hampir setahun tidak ada kompetisi membuat bayaran yang diterimanya menyusut hanya menjadi 25 persen. Situasi tersebut tak hanya dialami oleh Syaiful Indra, tetapi juga mayoritas pesepak bola di .

“Sekarang hanya bisa berharap segera ada kabar baik kompetisi berjalan lagi, karena sudah lama tidak ada kompetisi efeknya luar biasa. Jenuh juga rasanya dengan situasi sepak bola saat ini,” kata pemain yang pernah membela dan itu.

Selain menguras tabungan, Indra sampai menjual tanah agar dapur di rumahnya tetap ngebul. Pasalnya, pemain berusia 28 tahun tersebut tidak memiliki pemasukan lain di luar gaji 25 persen yang diterima dari FC.

“Kontrak (di Arema) juga pada Februari habis. Sekarang hanya berdoa kompetisi segera berjalan. Atau paling tidak ada turnamen dulu lah,” sambung Syaiful Indra Cahya.

Sebenarnya Indra sempat berfikir untuk membuat bisnis. Namun, bisnis itu dirasa kurang tepat jika dijalankan pada masa pandemi seperti ini. “Sempat terfikir bisnis. Tetapi, kondisi masih seperti ini,” jelasnya.

Opsi lain sejatinya masih ada, yakni bermain di luar negeri seperti yang dilakukan beberapa pemain Indonesia. Namun, sampai saat ini Syaiful Indra Cahya belum mendapatkan tawaran dari klub luar.

“Kalau tawaran main di luar negeri, dulu ada. Setelah 2015 ada tawaran main di Bahrain. Tetapi saya tidak mau. Waktu itu masih ingin main di Arema, karena faktor keluarga,” sambungnya.

Pada musim ini, Syaiful Indra Cahya untuk kali kedua main di Arema. Klub di mana dia bisa selalu dekat dengan anak dan istrinya.

Sayangnya, ketika Indra kembali ke Arema pada awal 2020, kompetisi justru hanya berjalan tiga pertandingan, berbeda dengan musim 2016 sampai 2018. Waktu itu dia lama membela Tim Singo Edan dan dapat kesempatan tampil dalam 46 laga resmi.

Berita Terkait