Fakta di Balik Kepindahan Asnawi Mangkualam ke Korea Selatan: Berawal dari Kuota ASEAN hingga Andil Shin Tae-yong

Mimpi untuk bermain di luar negeri segera terwujud. Bek berusia 21 tahun itu bakal bergabung dengan klub Korea Selatan, Ansan Grenners.

Makassar secara resmi telah melepas Mangkualam ke peserta 2 atau kasta kedua dalam piramida sepak bola di Korea Selatan tersebut.

Asnawi Mangkualam dikabarkan akan meneken kontrak selama setahun plus perpanjangan semusim bersama Ansan Grenners. Lantas, bagaimana bisa anggota U-22 itu sampai dilirik oleh klub dari Negeri Ginseng?

“Di K League 2, ada kuota untuk pemain Asia Tenggara. Cuma memang jarang sekali tim yang memanfaatkan slot ini,” kata agen dari Asnawi Mangkualam, Gabriel Budi membuka keterangannya kepada Bola.com.

“Waktu itu, mencari pemain berposisi bek. Saya lalu mengajukan Asnawi Mangkualam ke partner saya di Ansan Grenners.”

“Sebelumnya, saya dan Asnawi Mangkualam juga meminta izin lebih dulu ke PSM dan tidak lupa kepada Bahar Muharram, ayah dari Asnawi. Respek untuk mereka,” jelas Gabriel Budi.

Rela Digaji Lebih Kecil

Menurut Gabriel Budi, Asnawi Mangkualam sampai mengorbankan nilai kontraknya demi bermain untuk Ansan Grenners. Pemain kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu bakal menerima gaji yang lebih kecil ketimbang di PSM.

“Proses berjalan lancar dan kami sepakat bujet dari Ansan Grenners lebih rendah dari kontrak Asnawi Mangkualam di Indonesia,” imbuh Gabriel Budi.

“Karena kesempatan ini tidak datang dua kali dan momen ini sangat bagus untuk prospek karier Asnawi Mangkualam,” tutur agen yang juga menaungi banyak pemain beken di Indonesia ini.

Rekomendasi

Kepindahan Asnawi Mangkualam ke Korea Selatan juga berkat andil dari Shin Tae-yong. Manajer pelatih ini mempromosikan kelebihannya ke Ansan Greeners.

“Ansan Greeners tentunya perlu referensi tentang Asnawi Mangkualam. Dari pihak mereka menghubungi coach Shin Tae-yong. Referensi dari coach Shin sangat positif,” ucap Gabriel Budi.

“Dan, terima kasih Tuhan. Asnawu Mangkualam menjadi pemain Indonesia pertama di kompetisi profesional Korea Selatan. Ini baru perjalanan awal. Terus kerja keras dan bawa bangga Indonesia,” ujarnya mengakhiri.

Berita Terkait