Dedik Setiawan: Vaksin Aman dan Solusi untuk Kelanjutan Sepak Bola Indonesia

Dedik Setiawan menjadi pemain sepak bola pertama yang mendapatkan suntik vaksin di wilayah Kabupaten Malang. Sang penyerang mengakui suntik vaksin menjadi pengalaman baru yang sangat mendebarkan.

Dedik pun optimistis vaksin tidak akan menjadi masalah bagi siapa pun, termasuk penggiat sepak bola.

Apalagi, sebelumnya semua pihak sudah menyanggupi penggunaan protokol kesehatan yang lebih rumit.

“Sudah siap, ini kan protokol kesehatan dari pemerintah dan diwajibkan, jadi harus dilakukan,” kata pemain berusia 26 tahun tersebut.

“Kemarin kami sudah swab, rapid juga sudah kami jalani dan izin (Kepolisian) belum keluar. Semoga dengan ini izin bisa keluar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dedik Setiawan meminta rekan-rekan dan seluruh penggiat sepak bola untuk bersiap divaksin.

Di saat bersamaan, dia pun mengaku suntik vaksin lebih mendebarkan ketimbang tampil di kandang lawan.

“Yang pasti deg-degan, mending main bola dilihat banyak orang. Sedangkan kayak gini nervous, mending diolok-olok sama suporter daripada seperti ini,” tutur mantan pemain Persekam Metro FC tersebut.

“Kita lihat di masyarakat berita-berita gini kan negatif terus, jadi terbawa.”

“Saya tidak pernah searching-searching sebelumnya. Cuma keluarga saat diberitahu surat pemberitahuan sempat takut soalnya tidak ada pemain lain. Yang paling takut istri dan ortu,” imbuhnya.

Pemain Arema FC Dedik Setiawan tes tekanan darah sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/01/2021) pagi.

Pemain Arema FC Dedik Setiawan tes tekanan darah sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/01/2021) pagi. (KOMPAS.com/Suci Rahayu)

Dedik Setiawan sendiri pun mengakui sangat gugup sejak pertama kali datang ke lokasi pemberian vaksin.

Bahkan, tekanan darahnya sampai melonjak karena terlalu tegang.

Namun, dia menyakinkan bahwa vaksin aman dan bisa menjadi solusi untuk keberlangsungan sepak bola dan kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah vaksin ini aman, tidak ada reaksi setelah disuntik. Alhamdulillah semoga aman,” ucap mantan pemain Timnas Indonesia.

“Tingga mental orangnya sebelum divaksin. Tekanan darah saya sampai 150 padahal sebelumnya tidak pernah (setinggi itu), mungkin nervous.”

“Saya tidak punya riwayat darah tinggi yang mungkin sering kolesterol. Biasa kalau libur makan saya tidak terjaga,” pungkasnya.