Bos Persib Berharap Simulasi Kompetisi Bisa Meyakinkan Kepolisian

Manajemen Bandung menyambut baik rencana PT Baru (LIB) menggelar simulasi pertandingan untuk Liga 1 dan 2021.

Agenda tersebut direncanakan sebagai upaya untuk mendapatkan kepercayaan dari pihak kepolisian.

berharap dengan adanya simulasi pertandingan tersebut, pihak Kepolisian bersedia mengeluarkan izin kompetisi musim 2021.

Dalam simulasi tersebut, PT LIB berencana menggelar pertandingan selama 10 menit.

Dalam simulasi tersebut akan digambarkan skenario penerapan protokol kesehatan dalam pertandingan sepak bola.

Selain itu, akan ada pula skenario penanganan pemain yang terkena Covid-19.

Direktur PT Bermartabat (PBB), mendukung agenda simulasi tersebut.

Teddy berharap, simulasi berlangsung lancar sehingga Kepolisian bersedia memberikan izin bergulirnya kompetisi sepak musim 2021.

“Semoga simulasi berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga perizinan dan regulasi bisa segera ada kepastian,” kata Teddy pada Jumat (29/01/2021).

Sebelumnya, PSSI telah mengambil keputusan menghentikan penyelenggaraan kompetisi 2020 karena keadaan kahar.

Akan tetapi, federasi belum bisa memastikan jadwal digelarnya agenda kompetisi 2021.

Sebab, PSSI maupun PT LIB harus terlebih dahulu mendapatkan izin Kepolisian untuk bisa memastikan gelaran kompetisi.

Teddy mengatakan, ketidakjelasan kompetisi menempatkan klub dalam situasi sulit. Tanpa adanya kepastian, klub tidak bisa membuat perencanaan dengan tepat.

Bahkan, Persib juga saat ini belum menentukan nasib pemainnya, meski kompetisi musim 2020 sudah diputuskan berhenti.

“Saat ini, semua klub memerlukan kepastian tanggal berapa Liga 12021 akan dimulai,” ucap Teddy, mengungkapkan.

“Tanpa kepastian ini sangat sulit bagi klub untuk melakukan perencanaan, baik teknis maupun non teknis. Dikarenakan belum ada kepastian jadwal, maka tim belum akan memutuskan kapan mulai latihan lagi,” sambung dia.

Oleh karena itu, Teddy berharap agar agenda kompetisi musim 2021 segera menemui titik terang.

Pasalnya, penghentian kompetisi yang terlalu panjang mengakibatkan klub mengalami kerugian baik secara materil maupun moril.

“Kalau kerugian karena tidak ada kompetisi, pasti kami rugi. Namun, kami tidak bisa sebut jumlah. Itu rahasia, tidak bisa diinformasikan keluar,” ungkap Teddy.

Meski begitu, Persib tetap bersyukur karena penghentian kompetisi tak lantas membuat mereka ditinggalkan sponsor.

Dikatakan Teddy, kontrak kerjasama yang terjalin antara Persib dengan sponsor rata-rata berdurasi panjang.

Sehingga, mereka juga berkomitmen untuk mendukung perjuangan Persib dalam mengarungi kompetisi, walau dalam kondisi seperti ini.

“Untuk sponsor, sebagian besar juga mempunyai kontrak jangka panjang,” ucap Teddy.

Berita Terkait