Akademi PSS Sleman Tetap Menggeliat di Tengah Pandemi Covid-19

Program pembinaan pemain usia dini yang berada di bawah naungan Development Center PSS Sleman terus menggeliat di tengah pandemi Covid-19.

Para pemain yang kini terdaftar sebagai anggota Akademi PSS Sleman tetap berlatih dengan antusias.

Namun demikian, mereka harus beradaptasi dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang hingga 8 Februari mendatang.

Pelatih Akademi PSS Sleman, Lilik Winarno, menyebut bahwa penerapan PPKM ini tak menyurutkan semangat anak asuhnya dalam melahap setiap materi latihan.

“Kondisi PPKM tentu berpengaruh terhadap beberapa hal. Namun sejauh ini tidak mempengaruhi antusiasme pemain untuk belajar. Mereka tetap semangat,” kata Lilik Winarno.

Lilik menjelaskan, protokol kesehatan ini menjadi aturan wajib yang harus dipatuhi seluruh pemain.

Bahkan, tim pelatih juga membatasi jumlah pemain yang berlatih dalam setiap sesi, yakni maksimal 16 orang.

“Kami menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, dan mengurangi kerumunan. Hal itu wajib dilakukan setelah sesi latihan,” katanya.

“Mereka juga harus membereskan peralatan sendiri, setelah itu langsung pulang ke rumah masing-masing. Kami juga menyarankan agar mereka langsung mencuci baju setelah sampai rumah,” ucap Lilik.

Selain menggelar latihan secara rutin, saat ini tim internal Development Center PSS Sleman tengah disibukkan dengan proyek terbarunya, yakni penyusunan buku Super Elja Method.

Buku ini berisi tentang metode pembelajaran dan pelatihan sepak bola yang menjadi acuan Development Center PSS Sleman dalam membina pemain muda.

Tak hanya digunakan secara internal saja, nantinya Super Elja Method juga akan menjadi acuan bagi semua sekolah sepak bola (SSB) di Sleman dan sekitarnya.