Kompetisi Belum Jelas, Arema Tak Berani Bahas Kontrak Baru dengan Pemain

Manajemen FC sempat berencana melakukan evaluasi pemain pada pengujung Januari 2021. Langkah selanjutnya tentu melakukan negosiasi perpanjangan kontrak untuk tahun ini.

Namun sampai saat ini, rencana tersebut masih belum bisa dijalankan. Pasalnya, manajemen Tim Singo Edan belum mendapat arahan dari PSSI dan PT Liga Baru () terkait aturan perpanjangan kontrak.

Selain itu, nasib Shopee 2021 juga masih belum jelas. PSSI dan dikabarkan berencana menggelar liga selepas Idulfitri. Tetapi sampai saat ini, belum ada keputusan resmi dari PSSI dan PT LIB terkait kompetisi.

“Sampai sekarang masih belum berkomunikasi dengan pemain. Kami menunggu arahan dari federasi seperti apa. Kan sulit kalau sekarang melakukan persiapan, tetapi belum ada kepastian kapan digelar lagi kompetisi,” kata General Manager , Ruddy Widodo.

Padahal saat ini mayoritas kontrak pemain Arema FC akan segera berakhir. Ada yang pada pengujung Januari, ada pula yang awal Februari.

Manajemen Arema FC memahami kondisi pemain yang bertanya-tanya seperti apa nasib mereka kedepannya. Namun, manajemen Tim Singo Edan juga dalam kondisi yang sulit karena tidak ada garansi kapan kompetisi kembali bergulir.

Kesulitan Mengatur Finansial

Jika pemain diperpanjang kontraknya sejak sekarang, Arema FC bakal kesulitan mengatur finansial. Karena sampai sekarang belum ada pemasukan yang bisa menutup biaya gaji pemain.

“Divisi Bisnis sekarang masih mencari tambahan sponsor. Tetapi kembali lagi, pihak sponsor juga bertanya kapan kompetisi dimulai,” keluhnya.

Sebenarnya manajemen Arema berharap bisa mempertahankan komposisi tim yang ada saat ini. Andaikan ada yang dilepas, itu pun hanya satu sampai dua pemain saja.

Selebihnya diharapkan tetap menjadi bagian tim. “Kami percaya dengan kemampuan pemain yang ada saat ini. Baik lokal dan dua pemain asing yang ada. Intinya tidak ada bersih-bersih di skuad Arema,” sambungnya.

Tetapi, jika ada pemain yang digoda klub luar negeri, Arema FC bakal kesulitan menahan. Seperti dan yang masih diminati klub Malaysia.

Sebab dari sisi pemain, mereka juga butuh kepastian dan pemasukan normal untuk menghidupi keluarganya.

Berita Terkait