Bali United Siap Hadapi Tantangan Baru Di Piala AFC

Pelatih menilai perubahan sistem kompetisi di Piala tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi anak asuhnya dalam upaya mereka lolos ke fase knock out.

Pandemi virus Corona yang belum melandai sesuai harapan memaksa konfederasi sepakbola Asia (AFC) mengubah format pertandingan fase grup dengan menerapkan sistem setengah kompetisi.

Sistem itu membuat laga fase grup hanya bertanding tiga kali tanpa pertandingan kandang dan tandang. Satu kesalahan menempatkan posisi tim tidak menguntungkan, karena mereka tak mendapatkan kesempatan kedua.

Kendati demikian, Cugurra menegaskan, tim besutannya sudah siap menjalani format tersebut. Menurut pelatih asal Brasil ini, tidak boleh membuat kesalahan kecil jika mereka ingin merealisasi target lolos dari fase grup kandas.

“Situasi yang berbeda dengan tahun lalu [saat] kami bisa bermain di kandang dan di luar. Tahun ini kami bermain di tempat netral, dan hanya tiga pertandingan. Meski tiga pertandingan, bagi saya sangat penting untuk bisa lolos ke babak selanjutnya,” tegas Teco, sapaan Cugurra, dilansir laman resmi klub.

Pada tahun ini, Bali United masuk ke dalam Grup G bersama wakil Vietnam, Hanoi FC, Beoung Ket (Kamboja) dan pemenang dari play-off 1 yang diikuti tim asal Myanmar, Brunei, dan Laos.

Teco mengaku tidak terlalu memahami kekuatan calon lawan mereka. Karena itu, mantan juru taktik tersebut berusaha menggali kekuatan pesaing mereka di grup ini.

“Kabar baiknya, kami sudah tahu lawan di Piala AFC tahun ini. Saatnya tim harus mulai latihan untuk memiliki persiapan yang bagus. Saya juga akan mulai mencari informasi dari semua lawan di Grup G ini,” kata Teco.

Meski pertandingan zona ASEAN baru dilaksanakan pada akhir Juni, Teco telah merencanakan untuk menggelar latihan tim pada bulan depan. Namun ia harus melihat perkembangan pandemi virus Corona terlebih dulu sebelum memulai agenda latihan tim.

Bali United mendapatkan hasil tidak memuaskan pada Piala AFC musim lalu sebelum akhirnya dibatalkan. dan kawan-kawan menempati posisi juru kunci setelah hanya mencatat satu kemenangan dan dua kekalahan. Mereka berada di bawah klub Ceres-Negros (kini bernama United City FC), Than Quang Ninh (Vietnam), dan Svay Rieng (Kamboja).

Berita Terkait