Pengundian AFC Cup, Jacksen Tiago Merasa Tak Berhak Komentar

Hasil drawing atau pengundian grup AFC Cup 2021 sudah dilakukan, Rabu (27/1/21) hari ini. Persipura Jayapura, Papuaakan masuk dalam Grup H jika lolos dari babak play off menghadapi Visakha FC (Kamboja) atau Lalenok United (Timor Leste).

Saat dikonfirmasi perihal hasil undian tersebut, juru taktik Persipura, Jacksen F. Tiago tak mau memberikan komentar. Jacksen mengaku tak berhak untuk bicara.

Pasalnya, kata pelatih asal Brasil itu, saat ini hanya manajemen yang dianggapnya punya wewenang untuk berkomentar, karena status klub yang divakumkan untuk sementara waktu.

“Tim sudah dibubarkan berapa waktu lalu, jadi saya tidak kompeten untuk bicara lagi tentang klub Persipura. Apapun tentang Persipura saat ini, cuma manajemen yang kompeten untuk berbicara,” ujar Jacksen saat dihubungi awak Jubi, Rabu (27/1/21) malam.

Meski telah dipastikan akan berlaga di AFC Cup pada Mei mendatang, Jacksen mengaku belum punya gambaran kapan skuad berjulukan Mutiara Hitam akan kembali dikumpulkan.

Legenda klub Persebaya Surabaya ini juga belum tahu rencana tim ke depannya, karena jadwal kompetisi sepakbola Indonesia sendiri belum ada kepastian. Jacksen juga belum tahu kapan akan mulai mengumpulkan skuadnya untuk berlatih kembali.

“Semua akan terjawab begitu ada kepastian mengenai kompetisi nasional maupun internasional. Sementara ini, kami masih berkomunikasi dalam grup kami secara internal seperti biasa,” ungkapnya.

Sekadar informasi, berdasarkan hasil drawing atau undian grup AFC Cup 2021, Persipura Jayapura akan mengisi Grup H Zona ASEAN jika berhasil menang di babak play off. Di Grup H, Persipura akan berhadapan dengan klub Malaysia, Kedah Darul Aman, klub Singapura, Lion City Sailors dan klub asal Vietnam, Saigon.

Keinginan Persipura untuk bisa kembali berlaga di AFC Cup masih bergantung pada dukungan finansial dari pihak sponsor. Persipura sendiri disokong oleh dua sponsor utama yakni PT Bank Papua dan PT Freeport Indonesia.

Persipura masih memiliki dana sisa sponsorship senilai Rp 5 miliar sesuai kesepakatan kerjasama dengan PT Bank Papua.

Akan tetapi, dana tersebut belum bisa dicairkan oleh Bank Papua karena ketidakjelasan kompetisi Liga 1 2020. Terlebih, kompetisi tersebut juga baru saja dibatalkan alias dihentikan permanen oleh federasi sepakbola Indonesia (PSSI) karena pandemi tak kunjung mereda.

Tak mau kehilangan momentum tampil di AFC Cup, manajemen Persipura terus berupaya melakukan negosiasi dan mengajukan banding kepada dewan direksi Bank Papua agar dana senilai Rp 5 miliar itu bisa segera dicairkan.

Tapi, sampai saat ini belum ada kepastian yang didapat. Pertemuan kedua belah pihak juga urung terlaksana, meskipun direksi Bank Papua sudah meminta manajemen Persipura untuk membuat proposal baru. Manajemen Persipura tetap meminta adanya adendum Perjanjian Kerjasama (PKS).

Tak hanya berharap pada Bank Papua. Manajemen Persipura bahkan telah mengirimkan surat ke PT Freeport Indonesia untuk meminta dukungan finansial.

“Kita sudah mengajukan proposal sponsorhip kepada presiden direktur PT Freeport yang kami harapkan untuk menjadi sponsor utama bagi klub Persipura dalam keikutsertaan di Piala AFC,” ujar Benhur.

Namun, manajemen Persipura belum menemui jawaban pasti. Manajemen PT Freeport juga belum mau memberikan komentar perihal tersebut.(*)