Klub Shopee Liga 1 Tak Masuk Prioritas Vaksin, Ini Pandangan Arema FC

virus corona mulai disalurkan di . Presiden hingga pimpinan daerah sudah menerima suntikan vaksin tersebut. Sekarang tinggal proses penyaluran ke berbagai daerah.

Namun khusus lingkunan sepak bola, klub yang berkometisi di dan 2 kemungkinan besar tidak masuk prioritas pembagian vaksin.

Namun klub tidak terlalu kecewa akan hal itu. Manajemen FC misalnya. Klub Liga 1 asal Malang itu optimis operator kompetisi PT Baru () dan bisa menempuh jalan lain untuk dapat vaksin tersebut.

“Saya baca di pemberitaan, menteri kesehatan membuka peluang bagi perusahaan dan swasta untuk mendatangkan vaksin lewat jalur mendiri,” kata General Manager Arema, .

Artinya, persoalan vaksin PSSI dan tidak lagi bergantung pada negara karena jalur mandiri bisa ditempuh. Mengenai biaya, Ruddy mengatakan jika nominal vaksin itu lebih murah ketimbang melakukan swab test.

“Bisa jadi mendatangkan vaksin lewat jalur mandiri ini prosesnya lebih cepat daripada menunggu pemerintah memberikan vaksin kepada ratusan juta jiwa warga Indonesia. Nominalnya juga lebih murah dari swab test. Kami yakin bisa,” lanjutnya.

Lebih Baik Dipercepat

Jika lebih cepat mendapatkan vaksin tersebut, peluang kompetisi digelar lebih cepat juga terbuka. Saat ini kompetisi tidak dapat izin dari Kepolisian dengan alasan dikhawatirkan ada kluster baru penyebaran virus corona.

“Lebih cepat divaksin tentu lebih baik. Karena bisa segera beraktifitas kembali tentu dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Dan kami yakin jika kompetisi musim ini digelar, masih digelar tanpa penonton. Itu artinya, prokotol kesehatannya benar-benar dijaga. Tidak ada kerumunan masa,” tegas dia.

Berita Terkait