Pembatalan Liga 1 2020 Tetap Sisakan Persoalan, Ketidakpastian Menimpa Klub

Keputusan membatalkan penyelenggaraan tak lantas menyelesaikan berbagai persoalan yang membelit klub peserta.

Salah satu aspek yang masih menjadi masalah bagi klub-klub saat ini ialah kontrak dengan pemain.

PSSI memang memberikan kebebasan bagi klub untuk menindaklanjuti kerja sama kontrak pemain.

Soal gaji, semua berdasarkan klausul keadaan luar biasa (force majeur) yang tertera dalam kontrak masing-masing pemain.

Namun, hal ini tetap meninggalkan persoalan. Sebab, klub tak bisa begitu saja menyodorkan perpanjangan kontrak ke pemain.

Lantaran, mereka belum mendapatkan kepastian soal jadwal penyelenggaraan kompetisi musim baru.

Sebab di sisi lain, klub peserta tengah pontang-panting menghadapi krisis finansial akibat penundaan kompetisi musim lalu.

Kondisi semacam ini juga dihadapi oleh . Sebagian besar durasi kontrak pemain Sleman akan berakhir pada Februari 2021.

Humas (PSS), Yohanes mengatakan, kepastian soal kapan bergulirnya kompetisi musim 2021 jelas tengah dinantikan oleh klub peserta.

“Apakah akan ada turnamen, baik yang diselenggarakan oleh PT LIB atau memberi kebebasan pada klub untuk melakukannya sendiri, juga harus segera dipastikan,” kata Yohanes

“Sebab, hal itu terkait dengan nasib pemain yang sudah dikontrak oleh klub, yang sebagian besar berakhir pada bulan Februari 2021,” ujarnya saat dihubungi Skor.id, Jumat (22/1/2021).

Klub tentu merasa keberatan untuk memperpanjang kontrak pemain tanpa ada kejelasan soal adanya turnamen atau kepastian kompetisi musim 2021.

Yohanes mengatakan, manajemen PSS Sleman sudah menjalin komunikasi dengan pelatih soal skema tim musim 2021.

Komunikasi ini berkaitan dengan rencana yang dimiliki Dejan untuk komposisi tim PSS Sleman pada kompetisi musim 2021.

Akan tetapi, tetap saja pergerakan manajemen klub berjulukan Elang Jawa masih terbatas karena belum adanya kepastian soal jadwal penyelenggaraan kompetisi musim 2021.

“Soal seperti apa kelanjutan kontrak yang ada, manajemen PSS sudah berbicara dengan pelatih,” ucap Yohanes.

“Karena, skema apa yang diinginkan untuk tim merupakan kewenangan pelatih,” ujarnya.

Lelaki yang akrab disapa Yo itu berharap, PSSI segera memutuskan nasib kompetisi musim 2021 dalam waktu dekat.

Sebab, kapan kompetisi bergulir kembali menjadi salah satu kepastian yang tengah dinanti-nantikan klub peserta.

Apabila federasi tak kunjung memberikan kepastian tersebut, langkah klub-klub untuk bersiap menghadapi musim 2021 bisa tersendat.

Hal ini tentu akan menghadirkan efek buruk bagi klub. Sebab selama ketiadaan kompetisi, mereka telah berdarah-darah untuk menjaga kelangsungan hidupnya dari sisi bisnis.

Itulah sebabnya, Yohanes berharap PSSI segera memberi kepastian agar klub-klub bisa bergerak kembali menjalankan persiapan, baik dari sisi teknis maupun bisnis.

“PSS dan klub lain menanti kepastian dari PSSI mengenai kepastian dimulainya kompetisi 2021. Jika disebutkan setelah Idul Fitri, itu bulan Juni atau apa?,” ujar Yohanes mengakhiri.

Berita Terkait