Kompetisi Belum Jelas, Klub Bingung Soal Kontrak Pemain, PSSI Siapkan SK Baru

Pembatalan Shopee dan 2020 masih menyisakan tanda tanya. Salah satunya adalah kontrak pemain. pun bersiap menyiapkan Surat Keputusan (SK).

Kontrak pemain menjadi masalah pelik terkait vakumnya kompetisi sejak pertengahan Maret 2020. Banyak pemain yang sebenarnya kontraknya sudah habis pada akhir tahun 2020.

Klub juga bingung ketika hendak memperpanjang kontrak pemain karena status kompetisi yang menggantung. Sekarang, setelah penyelenggaraan Shopee Liga 1 dan dibatalkan, masih belum ada kepastian penyelenggaraan musim 2021. Ini pun berkaitan dengan kontrak pemain dengan klubnya masing-masing.

“Masalah itu kami serahkan ke klub, di sana ada hak dan kewajiban para pihak terkait. Yang pasti Insyaallah secepatnya hasil keputusan rapat Exco (Komite Eksekutif) akan disiapkan SK-nya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI dalam rilisnya.

Dalam SK PSSI terakhir bernomor SKEP/69/XI/2020 yang diterbitkan pada pertengahan November tahun lalu ada tertera soal pembatasan nilai gaji pemain Shopee Liga 1. Pemain cuma berhak menerima gaji maksimal 25 persen selama vakumnya kompetisi (Oktober-Desember).

Kisaran gaji baru naik menjadi 50 persen pada awal tahun. Nah, SK itu sendiri diterbitkan pada saat masih ada asumsi kompetisi lanjut pada awal Februari 2021. Kini kompetisi sudah dihentikan dan belum ada aturan yang jelas terkait masalah kontrak.

Pemain yang terikat kontrak jangka panjang tak ayal dibuat bingung dengan kondisi saat ini. Secara spesifik, mengenai apakah SK terakhir masih berlaku atau tidak.

Interpretasinya pun bisa berbeda-beda. Apakah pemain masih akan cuma berhak menerima gaji 25 persen karena kompetisi dianggap sedang vakum atau 50 persen karena sudah masuk 2021. Atau apakah pemain Shopee Liga 1 sudah berhak menerima gaji 100 persen lagi karena kompetisi musim 2020 sudah ditiadakan.

“Akan kami sampaikan ke klub untuk menjadi pegangan dalam rangka komunikasi, hak, dan kewajiban antara para pihak, klub dengan pemain, pelatih, ofisial,” ujar Yunus Nusi.

Berita Terkait