AFC Antisipasi Bila Gagal Menjalankan Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Bulan Maret

Konfederasi sepakbola Asia () mulai mengantisipasi kemungkinan jadwal pertandingan lanjutan babak kedua kualifikasi dan 2023 gagal digelar pada Maret.

Pandemi virus Corona di seluruh dunia sepanjang 2020 memaksa berbagai agenda pertandingan mengalami penundaan. Namun pandemi ini terus berlanjut ke 2021, sehingga memunculkan kekhawatiran sejumlah laga yang urung digelar kembali mengalami pembatalan.

Di lain sisi, AFC telah memasang tengat waktu hingga Juni agar seluruh pertandingan babak kedua kualifikasi dapat dituntaskan. Hanya saja, sejumlah negara di Asia mulai memberlakukan pembatasan sosial serta penutupan masuknya warga asing ke wilayah mereka.

Untuk pertandingan Grup G, setidaknya ada empat pertandingan yang digelar sepanjang Maret 2021. Uni Emirat Arab () akan menjamu Malaysia, serta Thailand menyambut kedatangan pada 25 Maret. Lima hari berselang, giliran Malaysia menerima kehadiran , dan Indonesia menyambut UEA.

Sekjen AFC Datuk mengungkapkan, pihaknya mempersilakan masing-masing negara untuk mendiskusikan kesiapan mereka menjalani pertandingan Maret, baik kandang maupun tandang.

“Jadwal sudah dirilis. Sekarang negara-negara yang terlibat bisa berdiskusi apakah bisa bermain atau tidak. Kalau Maret tidak bisa main, pindah ke Juni, karena masing-masing punya status COVID-19 yang berbeda,” ujar Windsor dikutip laman Berita Harian.

“Ada beberapa negara yang bisa bermain, beberapa tidak bisa. Jadi, kami mendorong negara-negara yang terlibat untuk memulai diskusi tentang apakah mereka bisa bermain atau tidak.”

Windsor menambahkan, hasil diskusi itu nantinya akan diserahkan ke AFC agar induk organisasi sepakbola Asia ini dapat mengambil langkah ideal. Windsor mengakui tidak menutup kemungkinan laga yang tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal dapat digelar secara terpusat.

“Jika mereka tidak bisa bermain pada Maret, maka kami sarankan, atau kami putuskan setiap pertandingan yang tidak bisa diselesaikan Maret akan dimainkan secara terpusat pada Juni, karena kami tidak punya waktu, tidak bisa ditunda. Jadi harus berakhir Juni,” tegas Windsor.

Federasi sepakbola Thailand (FAT) sebelumnya telah menyampaikan mengenai kesiapan Indonesia melakoni pertandingan di Bangkok. Skuad Garuda terlebih dulu harus menjalani karantina selama 14 hari sebelum menjalani laga.

Berita Terkait