Nostalgia Cristian Carrasco: Momen Indah Juara Bersama Persebaya dan Topeng Spiderman

Mantan striker Persebaya Surabaya, , bernostalgia mengenai kariernya di , terutama ketika memperkuat Bajul Ijo. Pemain asal Chile itu menyebut bahwa momen menjadi juara bersama Persebaya pada 2004 adalah yang paling indah.

Cristian Carrasco pertama kali datang ke Indonesia dengan memperkuat Presim Maros pada 2002 dan 2003. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Divisi Satu dengan 15 gol pada 2002 dan 25 gol pada 2003. Ketajamannya bersama Persim Maros membuat Persebaya Surabaya pun tertarik merekrutnya.

“Setelah dari Persim, saya sempat ke , tapi belum tanda tangan kontrak. Baru satu minggu di sana, kemudian agen saya telepon dan mengatakan kalau Persebaya mau mengontrak saya, dan saya terkejut mendengarnya. Saya langsung kembali ke Indonesia,” ujar Carrasco dalam channel youtube Pinggir Lapangan.

Carrasco juga mengungkapkan mengapa ia begitu terkejut ketika mengetahui dilirik oleh Persebaya. Ketika masih memperkuat Persim Maros, tepatnya pada 2003, Cristian Carrasco sempat datang ke Stadion di Surabaya. Dalam kesempatan itu, ia bergumam sendiri dan bertanya dalam hati kapan bisa bermain di klub sebesar Persebaya.

“Dari teman-teman juga saya mendengar kalau Persebaya itu tim besar. Itulah yang membuat saya kaget kalau Persebaya mengontrak saya,” ujarnya.

“Saya tinggalkan Vietnam untuk ke Persebaya. Saya tahu ada beberapa pemain di sini dan ada beberapa teman saya sepeti Leo Gutierrez dan ada Jacksen yang sudah saya kenal sebelumnya. Saya tahu tim ini bagus dan bisa mengejar target juara,” kisah Cristian Carrasco.

Cristian Carrasco pun berhasil membantu Persebaya Surabaya menjadi juara Liga Indonesia 2004 atau yang saat itu dikenal dengan Liga Bank Mandiri. Bermain di bawah asuhan Jacksen Tiago dan memiliki materi pemain-pemain berlabel Timnas Indonesia, Persebaya menjadi satu di antara beberapa tim kuat pada saat itu.

Persebaya Surabaya memang bersaing ketat dengan Jakarta dan hingga pekan terakhir kompetisi. Bahkan Carrasco masih ingat betul bahwa pertandingan sempat molor karena hujan deras, di mana itu membuat PSM Makassar yang menjamu PSMS Medan pada laga terakhir di Makassar pun tidak ingin bermain dulu sampai laga antara Persebaya dan Persija dipastikan digelar saat itu juga.

“Ketika menghadapi Persija itu hujan deras dan kami tidak bisa ke stadion. Pertandingan pun tidak jadi digelar jam 15.30. Kami tunggu sampai hujan selesai. Pertandingan di Makassar pun tidak dimulai karena mereka belum mau memulainya kalau pertandingan kami tidak dimulai,” kenang Carrasco.

Suasana pertandingan antara Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta di Liga Indonesia 2004. (Dok. Buku Gue Persija)

Akhirnya pertandingan pun digelar, baik Persebaya maupun PSM yang tengah berada dalam persaingan merebut gelar juara sama-sama menang 2-1 atas lawan masing-masing. Persebaya pun menjadi juara dengan keunggulan selisih dan produktivitas gol setelah sama-sama mengoleksi 61 poin dengan PSM.

“Membawa tim menjadi juara adalah yang paling berkesan. Semua pemain sepak bola itu bertujuan untuk menjadi juara. Saya ingat bahwa 2004 itu sangat luar biasa. Semua tim di liga sangat sulit untuk dihadapi. Masih menggunakan 5 pemain asing saat itu, jadi tim lain pun bagus sekali,” ujar Carrasco.

“Sampai pertandingan terakhir masih belum ada juara. Persebaya, Persija, dan PSM masih berpeluang menjadi juara dan baru ketahuan di pertandingan terakhir,” lanjutnya.

Cristian Carrasco terkenal di sepak bola Indonesia dengan selebrasi menggunakan topeng spiderman. Hal tersebut ia lakukan di semua tim yang dibelanya, termasuk di PSM Makassar maupun di Tangerang. Namun, ia memulainya ketika berseragam Persebaya Surabaya.

Mengenai alasannya menggunakan topeng spiderman untuk berselebrasi, Carrasco mengakui bahwa spiderman merupakan karakter superhero yang disukainya sejak kecil. Kemudian ketika menjadi pemain sepak bola, pemain asal Chile itu selalu berpikir untuk memiliki gaya selebrasi yang menjadi ciri khasnya sendiri.

“Sejak kecil saya suka spiderman. Kemudian saya melihat tidak ada pesepak bola yang berselebrasi menggunakan topeng spiderman. Jadi saya melakukannya karena ingin dikenang lewat selebrasi itu. Akhirnya itu berhasil. Sampai sekarang orang mengenal Carrasco karena selebrasi itu,” ujarnya.

“Pertama kali saya melakukannya ketika kami bermain di Sidoarjo. Kami bermain menghadapi dan menang 1-0. Saya kebetulan mencetak gol dan melakukan selebrasi itu. Keesokan harinya saya melihat ada beberapa foto saya di koran Jawa Pos, mulai dari saya mencetak gol hingga saya menggunakan topeng. Wah keren banget, jadi berhasil dong yang saya inginkan,” ungkapnya dengan tawa. (bola.com)

Berita Terkait