Madura United Usulkan Liga 1 2020 Dihentikan Tanpa Ada Juara

Manajemen Madura United meminta agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan Liga 1 2020 dan tanpa gelar juara akibat tidak ada kejelasan kompetisi, karena terbentur perizinan dari kepolisian.

PT LIB dan klub telah melakukan pertemuan secara virtual pekan kemarin membicarakan nasib kompetisi musim 2020. Sebagian besar klub menginginkan Liga 1 dihentikan, sedangkan lainnya tetap berharap dilanjutkan.

Hanya saja, dari usulan yang disampaikan klub, tak ada satu pun bisa memastikan waktu komptisi dapat digelar kembali. Pemerintah saat ini sedang fokus menjalankan program vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Ketidakjelasan itu membuat manajemen Madura United membubarkan tim, dan fokus terhadap pembenahan internal klub. Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PT PBMB) Zia Ul Haq mengatakan, PT LIB sudah semestinya membatalkan Liga 1.

Zia menegaskan, penghentian Liga 1 harus disertai tanpa penentuan gelar juara, mengingat pertandingan baru dijalankan tiga kali. Menurut Zia, tidak ideal jika masih ada yang menuntut gelar juara.

“Belum juga head to head, saya sudah tegaskan liga dihentikan, dan tidak ada titel juara. Itu yang saya catat, dan saya setuju dengan itu. Titik! Sudah tidak ada yang butuh didiskusikan lagi,” tegas Zia dilansir laman resmi klub.

Zia menyayangkan pertemuan antara PT LIB dan klub tidak dihadiri PSSI. Zia menilai kehadiran perwakilan induk organisasi sepakbola nasional itu akan mempermudah petinggi PSSI dalam mengambil keputusan nasib kompetisi saat menggelar rapat komite eksekutif (Exco).

“Federasi dan PT LIB harusnya mendengarkan voters. Klub itu voter. Ini aspirasi kami, kompetisi dihentikan,” ucap pria yang akrab disapa Habib tersebut.

Sebelumnya Zia memberikan dukungan terhadap wacana yang diapungkan Persib Bandung mengenai pelaksanaan Liga 1 musim 2021 mengikuti kalender kompetisi di Eropa, sehingga mempermudah klub dalam belanja pemain asing.

Zia menyatakan, jadwal yang selama ini diterapkan di Indonesia membuat klub terkendala mendatangkan legiun asing, terutama yang sebelumnya bermain di Eropa. Selain itu, agenda pertandingan juga tidak akan berbenturan dengan jadwal FIFA matchday. (Goal Indonesia)