Gelandang Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu Mulai Nyaman Melatih

Gelandang , Ramdani Lestaluhu, mencoba tetap produktif di tengah ketidakjelasan kapan kompetisi kembali digulirkan. Pemain asal Tulehu itu pun mulai menjajal dunia kepelatihan.

Setelah dirinya merampungkan kursus lisensi kepelatihan pada Desember lalu, kini Ramdani terjun langsung ke lapangan untuk mendidik anak-anak dari Soccer School, di lapangan Nirwana Park, Sawangan.

Sejak awal pekan ini Ramdani menggembleng bocah-bocah yang menjadi murid di , dan dirinya mengaku mulai menikmati dunia kepelatihan seiring berjalannya waktu. Awalnya, Ramdani pun kesulitan.

“Alhamdulilah walau pertama kali latihan pada Senin kemarin sedikit kaku, mungkin karena pengalaman pertama saya dari pemain berpindah jadi pelatih,” ujar Ramdani sebagaimana dilaporkan laman resmi Persija.

“Namun mulai dari hari kedua saya senang, apalagi adik-adik juga semangat latihannya, ditambah motivasi kemauannya juga saya sangat suka. Jadi lebih bersemangat juga latih adik-adik di sini,” imbuh Ramdani.

Pemain berusia 29 tahun ini mengakui bahwa dunia kepelatihan cukup rumit karena pelatih harus pintar memposisikan diri mereka di hadapan pemain. Melatih anak-anak jadi modal yang bagus, sebelum nanti mulai menjadi pelatih sebuah klub.

“Saya di sini harus mengerti berbagai karakter pemain, ditambah juga harus sabar, apalagi ini Soccer School,” ucap pemain yang pernah membela FC tersebut.

“Jadi kita harus bisa mengubah kebiasaan bermain bola mereka, seperti kualitas operan, dan kontrol bola. Untuk itu, kita harus sabar sehingga mereka benar-benar bisa,” tutup eks U-23 ini.

Geliat sepakbola profesional Tanah Air memang sedang tidak jelas, namun pembinaan terus berjalan di dalam internal Persija. Selain Persija Soccer School yang tetap aktif, tim () dari Persija juga tetap jalan.
Artikel dilanjutkan di bawah ini

Sophian Hadi, salah satu pelatih , menuturkan rencana adanya kompetisi internal untuk EPA Persija yang diselenggarakan akhir bulan ini. Diharapkan semangat dan perkembangan pemain tetap ada dengan ajang tersebut.

“Rencananya, akhir bulan ini, kami akan menggelar sesi kompetisi internal. Nantinya, seluruh pemain akan dibagi ke dalam empat atau lima tim kecil. Mereka nantinya akan berkompetisi setiap akhir pekan,” urai Sophian.

Berita Terkait