Tatap Kualifikasi Piala Dunia, Kelemahan Timnas Indonesia Bakal Diperbaiki

Rentetan hasil buruk selalu didapatkan ketika melakoni pertandingan 2022. Asisten pelatih Merah Putih , sudah tahu akar permasalahannya.

Lima pertandingan yang dimainkan timnas Indonesia berakhir dengan kekalahan. Akibatnya, skuad Garuda harus puas menduduki posisi juru kunci klasemen Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dengan nol poin.

Memang dalam pertandingan tersebut Jae-hong, belum bertugas di timnas Indonesia. Ia baru datang setelah Shin Tae-yong, ditunjuk sebagai Indonesia pada akhir Desember 2019.

Tugasnya tidak hanya menemani Tae-yong dalam membesut timnas Indonesia senior. Sama seperti Tae-yong, Jae-yong juga dibebani memegang , dan U-22.

Tak ingin menuai hasil yang buruk, timnas Indonesia bakal melakukan persiapan matang. Pasukan Shin Tae-yong, akan menjalani laga sisa menghadapi Thailand dan (), pada Maret mendatang.

“Inbody data mengatakan, itu alasan mengapa timnas Indonesia kalah lima pertandingan berturut-turut. Data yang sederhana dalam persoalan ini,” kata Jae-hong, dalam akun Instagram miliknya.

“Rata-rata massa otot (kg) sangat rendah. Aksi eksplosif sepakbola didasarkan pada otot. Dan juga mempertahankannya didasarkan pada otot,” Jae-hong menambahkan.

Pria asal Korea Selatan tersebut menyampaikan bakal menggeber latihan fisik saat persiapan dilakukan. Upaya tersebut supaya timnas Indonesia bisa meraih hasil maksimal.

“Jadi pemain harus berusaha mendapatkan lebih banyak otot melalui latihan dan nutrisi yang baik. Meski butuh waktu lama, kami harus mempersiapkannya dari bawah,” ujarnya.

“Untuk sukses pelatih, saya akan melakukan pekerjaan meski beberapa orang mengatakan hal buruk tentang saya. Tidak ada dampak tanpa sebab,” ia menambahkan.

Saat ini Jae-hong, sedang menuju Tanah Air, usai melangsungkan pemusatan latihan (TC) di Spanyol. Kepulangan David Maulana dan kawan-kawan lebih cepat dari jadwal semula.

Semestinya TC timnas Indonesia U-19 di Spanyol, berakhir pada 31 Januari mendatang. Namun, dipercepat karena armada Garuda Muda, tidak bisa melakoni uji coba akibat kembali tingginya kasus virus corona di negara tersebut.

Berita Terkait