6 Pemain Potensial Timnas Indonesia U-16 yang Bisa Menjadi Senjata di Piala Dunia U-20 2023

Pembatalan Piala Dunia U-20 2021 membuat mimpi mayoritas anggota U-19 kandas. Ketika turnamen itu kembali digelar pada 2023, usia dari kebanyakan pemain telah melewati batas.

Merujuk pada regulasi Piala Dunia U-20 2019 di Polandia, maksimal usia pemain yang bermain adalah 20 tahun pada akhir dari tahun ketika turnamen berlangsung atau kelahiran setelah 1 Januari 1999.

“Betul. Untuk Piala Dunia U-20 2023, pemain yang bisa bermain harus kelahiran 2003, 2004, 2005, dan seterusnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi kepada Bola.com

Dengan begitu, para dari Timnas Indonesia U-16 yang saat ini dipoles oleh berpeluang besar tampil di Piala Dunia U-20 2023. dkk rata-rata lahir pada 2004 dan 2005.

Generasi Timnas Indonesia U-16 ini yang nantinya kemungkinan promosi ke Timnas Indonesia U-19 proyeksi Piala Dunia U-20 2021.

Saat ini, Timnas Indonesia U-16 intens menggelar pemusatan latihan. Garuda Muda, julukannya, tengah bersiap menatap Piala U-16 2020 di Bahrain pada Maret-April tahun depan.

“Timnas Indonesia U-19 nantinya diisi pemain-pemain kelahiran 2003, 2004, dan 2005. Kami akan menyiapkan kompetisi untuk sumber pemain tersebut. Mulai dari kompetisi usia muda 2021, lalu , dan Elite Pro Academy (EPA). Itu dibuat khusus untuk menjadi wadah pemain tersebut,” jelas , Direktur Teknik PSSI.

Lantas, siapa saja pemain berpotensi dari Timnas Indonesia U-16 yang bisa menjadi senjata di Piala Dunia U-20 2023? Berikut Bola.com merangkum enam di antaranya:

Marselino Ferdinan

Marselino Ferdinan adalah pemain tersubur Timnas Indonesia U-16 dalam dua turnamen terakhir. Pemain Persebaya Surabaya itu mencetak lima gol di Piala U-15 dan tujuh gol di Kualifikasi Piala AFC U-16 2021.

Posisinya sebagai gelandang tak menjadi penghalang bagi Marselino Ferdinan untuk tampil produktif. Pemain kelahiran Jakarta in dianugerahi bakat menyerang yang mumpuni.

Setahun setelah dua turnamen itu, Marselino Ferdinan masih menjadi langganan Timnas Indonesia U-16. Dia selalu dipanggil pelatih Bima Sakti dalam beberapa pemusatan latihan terakhir.

Di Piala Dunia U-20 23, Marselino Ferdinan bakal berusia 19 tahun. Kemampuannya akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Dan, jangan kaget jika ia bakal menjadi jenderal lapangan tengah Timnas Indonesia U-20 di turnamen itu.

Alexandro Felix Kamuru

Banyak pihak yang melabeli Alexandro Felix Kamuru sebagai ‘the next Boaz Solossa’. Namun, predikat tersebut dirasa kurang cepat.

Meski sama-sama dari Papua dan berteknik tinggi, keduanya berbeda posisi. Jika Boaz Solossa bermain sebagai striker, Kamuru kerap diplot sebagai bek sayap.

Bima Sakti memercayai Kamuru menjadi bek sayap kiri di Timnas Indonesia U-16.

Kamuru juga menjadi satu di antara pemain kesayangan Bima Sakti sejak 2019. Dia hampir tidak pernah absen dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16.

Berdasarkan posisinya, Kamuru bakal meneruskan eksistensi bek sayap asal Papua di Timnas Indonesia. Sebelumnya, Bumi Cendrawasih pernah melahirkan nama-nama seperti Ortizan Solossa, Erol FX Iba hingga Ruben Sanadi.

Sebagai bek sayap, Kamuru justru agresif dalam membantu serangan. Maklum, posisi aslinya adalah penyerang sayap. Jika kualitasnya terus meningkat, satu tiket Piala Dunia U-20 2023 otomatis bakal menjadi miliknya.

Marcell Januar Putra

Bima Sakti memuji habis penampilan Marcell Januar Putra pada gim internal Timnas Indonesia U-16 dalam pemusatan latihan di Yogyakarta, Desember 2020. Bek asal itu tampil prima menggalang lini pertahanan.

Sebagai pemain belakang, Marcell Januar Putra dinilai Bima Sakti sangat vokal mengomandoi lini pertahanan. Dia menyukai tipe bek seperti itu.

“Marcell Januar Putra mengoordinasi lini belakang dengan baik. Dia juga yang suaranya terdengar hingga tempat saya duduk di tribune penonton. Itu yang saya inginkan dari pemain lain,” ucap Bima Sakti.

Jika bisa menjaga performanya, Marcell Januar Putra diyakini bakal menjadi tembok kokoh di Piala Dunia U-20 2023.

I Made Putra Kaicen

I Made Putra Keicen hampir tidak pernah absen mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16. Dia telah menjadi pemain kesayangan Bima Sakti sejak 2019.

I Made Putra Kaicen mulai mengunci posisi inti Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-15 2019 dan dilanjutkan di Kualifikasi Piala AFC U-16 2020.

I Made Putra Kaicen merupakan penjaga gawang yang berasal dari Bali United. Situs PSSI merangkum, tinggi badannya 173 cm. Dia masih memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk bertumbuh menjadi kiper yang lebih proporsional.

Dengan rekam jejaknya yang menjanjikan di Timnas Indonesia U-16, I Made Putra Kaicen akan mudah terpilih untuk Piala Dunia U-20 2023. Dia belum mempunyai saingan hingga saat ini.

dan Sandy Kusuma Triandy

Ferre Murarri dan Sandy Kusuma Triandy menjadi bintang lapangan Timnas Indonesia U-16 dalam gim internal terakhir di pemusatan latihan Yogyakarta. Keduanya mendapat sanjungan lebih dari Bima Sakti.

Ferre Murarri berposisi sebagai bek tengah. Adapun, Sandy Kusuma Triandy merupakan seorang gelandang tengah.

“Ferre Murrari menggalang lini belakang dengan baik. Dia tak mengizinkan satu pun lawan yang masuk ke daerahnya,” jelas Bima Sakti.

“Kemudian Sandy Kusuma Triandy. Dia mengoordinasi lini tengah dan menjadi jenderal lapangan tengah. Dia tahu kapan harus bertahan dan menyerang sehingga tim bisa bermain baik,” ucapnya.

Berdasarkan penilaian dari Bima Sakti, keduanya diprediksi akan menjadi pemain penting di Piala Dunia U-20 2023. Namun, keduanya butuh kerja keras agar posisinya tidak digeser pemain lain. (Bola.com)

Berita Terkait