Pelatih PSS Sleman Usul Liga 1 2020/2021 Disetop dan Fokus ke Musim Kompetisi Baru

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, angkat bicara terkait ketidakjelasan nasib kompetisi Liga 1 2020/2021.

Jika terus berlarut tanpa kejelasan, Dejan menilai lebih baik Liga 1 2020/2021 disetop, dan fokus mempersiapkan musim kompetisi yang baru.

Sebagaimana diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya mengagendakan kompetisi Liga 1 yang tertunda di tahun 2020 karena pandemi, berlangsung kembali pada Februari 2021 nanti.

Kompetisi tersebut mengusung titel berbeda, yakni Liga 1 2020/2021.

Wacana tersebut muncul setelah rencana untuk memutar kembali kompetisi pada 1 Oktober 2020 gagal karena tidak keluarnya izin dari kepolisian.

Namun memasuki pekan kedua di tahun 2021, kelanjutan kompetisi sepak bola Indonesia nyatanya masih abu-abu.

Belum menemui titik terang lantaran izin kepolisian tak kunjung didapatkan.

“Saya tahu soal itu (Liga 1 2020/2021) belum ada keputusan, masih gelap, dan kita juga belum tahu bagaimana nantinya. Meski saya jauh sekali sekarang (di Hongkong), tapi saya melihat situasi di Indonesia masih belum stabil soal Covid-19,” ujar Dejan, Senin (11/1/2021).
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic (kanan) memberikan instruksi kepada Yevhen Bokhashvili jelang laga kontra Persib Bandung, Maret 2020 lalu.
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic (kanan) memberikan instruksi kepada Yevhen Bokhashvili jelang laga kontra Persib Bandung, Maret 2020 lalu. (Media Official PSS Sleman)

“Tentu saja, kita semua rindu sepak bola. Tapi penting juga melihat situasi ke depannya, sebab ini sangat penting untuk sepak bola Indonesia. Kamu tahu, Indonesia adalah satu negara bukan sekadar menyukai sepak bola, tapi sangat mencintai sepak bola,” tambahnya.

Menurutnya, dalam situasi yang serba sulit saat ini, akan lebih bijak apabila PSSI, PT LIB, serta manajemen klub duduk bersama mencari solusi ke depan.

“Indonesia sudah ada dua tim wakil ke AFC musim depan, tidak ada degradasi, jadi buat kita main liga? Lebih bagus kita bikin satu target, mungkin semacam short turnamen, ini bisa sebagai persiapan liga yang baru,” usul Dejan.

Apabila tetap memaksakan kompetisi Liga 1 2020/2021 dilanjutkan, Dejan khawatir akan lebih banyak masalah yang timbul nantinya.

“Sekarang banyak tim yang pasti ada masalah finansial. Kalau kita memaksakan melanjutkan liga yang kemarin, mungkin ada berapa tim yang struggling. Saya baru baca kemarin, Persipura, Madura United bubar. Pasti tim lain juga menghadapi masalah yang sama terutama soal finansial,” ujar Dejan.

“Menurut saya, kita harus cari solusi untuk semua. Bukan hanya satu atau dua orang. Tetapi juga untuk manajemen klub, pemain dan pelatih serta federasi,” lanjutnya.

“Cari solusi bukan hanya dari satu sisi. Kita buat rencana yang bagus untuk musim yang baru. Untuk waktunya, itu tergantung situasi di Indonesia. Saya tidak bisa katakan kapan waktu idealnya, karena saya pun jauh di Hongkong. Tapi saya berdoa, semoga Indonesia bisa perbaiki situasi pandemi Covid-19 dulu, dan kita bisa persiapkan semuanya jauh lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)