Jacksen F Tiago Raih Sertifikat Kursus dari Jaringan Barcelona FC

tampaknya tidak bisa diam selama vakumnya 2020.

Selama masa tunggu, dia terpantau sibuk dengan kegiatan positif, mulai dari seminar, diskusi sepak bola, sampai membentuk training camp sepak bola anak usia muda awal Desember tahun lalu.

Terbaru, pelatih asal Brasil itu menunjukkan sebuah sertifikat dengan label Barca Innovation Hub Universitas, salah satu lembaga penyedia kursus mengenai ilmu sepak bola yang didirikan oleh FC.

“Waktu yang sulit, untuk pikiran negatif, ciptakan masalah besar. Waktu yang sulit, untuk berpikir positif, ciptakan peluang terbaik,” tulis Jacksen dalam keterangan foto yang diunggah di akun Instagramnya @papinegro.

Dalam sertifikat tersebut, Jacksen F Tiago dinyatakan lulus program Barca Coach Academy, Introductory Level. Sebuah kursus yang mempelajari teori, dinamika olahraga, dan paradigma praktik olahraga kontemporer yang sudah dikaji oleh Barcelona FC.

Kursus itu memiliki sasaran peserta bisa mendapatkan wawasan dari metode kepelatihan yang diterapkan Barcelona terhadap tim juniornya.

Kursus tersebut melibatkan nama besar di Barcelona, seperti Seirul (Direktur Departemen Metodologi Barcelona FC), Isaac Guerrero (Direktur Deputi Metodologi Area Barcelona FC), dan Denis Silva (mantan pelatih Barcelona U-19).

Jacksen F Tiago mengatakan kursus tersebut sudah dijalankan sejak Juli tahun 2020. Kursusnya pun tak sekadar seminar dengar, tetapi juga dibebani tugas-tugas sebagai bahan kelayakan ujian sehingga tak semua orang bisa lulus kursus ini.

“Itu adalah kursus yang saya ikuti sejak bulan Juli kemarin. Itu kursus online selama tiga bulan. Di sesi akhir, ada semacam tugas akhir, seperti skripsi. Puji Tuhan semua berjalan lancar dan saya dinyatakan lulus,” kata pelatih kepada Kompas.com.

Lebih lanjut pelatih yang menyukai makanan khas Surabaya, rawon, ini mengatakan kursus itu adalah salah satu cara untuk “menikmati” penghentian karena pandemi Covid-19.

Dia merasa jeda panjang bukan sebagai beban, tetapi peluang emas untuk meng-upgrade kualitas diri.

“Ini bagian dari perkembangan dunia. Home office menjadi sebuah alternatif untuk kami tetap produktif pada masa pandemi ini,” katanya.

Berita Terkait