Latih Tim PON Aceh, Fakhri Husaini Ingin Wujudkan Amanah Orang Tua dan Janji kepada Sang Adik

Kabar gembira bagi sepakbola di Tanah Rencong khususnya Tim Aceh yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua, Oktober 2021 mendatang.

Mantan pelatih yang sukses meloloskan 9 di Uzbekistan, Fakhri Husaini dipastikan menjadi arsitek Tim Sepakbola Aceh.

“Kalau boleh jujur, menerima tawaran sebagai pelatih Tim PON Aceh merupakan amanah orang tua saya,” ungkap Fakhri Husaini dalam konferensi pers, Minggu (27/12/2020).

Kecuali amanah dari orang, keputusan pulang kampung untuk melatih tim PON Aceh, sebutnya, juga merupakan janji dirinya kepada sang adik, dr Muzzakir Husaini alias Aci (almarhum).

“Baik orang tua saya, Husaini Harun dan Muzakir meminta saya untuk melatih tim Aceh. Meski saya tak pernah menjadi pemain klub asal Aceh,” ungkap ayah tiga anak tersebut.

Sebagaimana diketahui, sang adik dr Muzakkir Husaini yang akrab dipanggil dr Aci meninggal dunia pada Kamis (1/10/2020) sekira pukul 13.40 WIB.

Dr Aci menghadap Sang Khalik setelah selama sepuluh hari bertarung dengan virus Corona (Covid-19).

Kedekatan antara Fakhri dan dr Aci sangat dekat.

Bukan rahasia lagi, kalau kedua putra dari Husaini Harun pada era 80-an pernah bermain dalam satu klub.

Keduanya sama-sama membela Bina Taruna Jakarta.

Namun, usai menamatkan bangku SMA, dr Aci pulang ke Aceh untuk kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Unsyiah.

Sementara Fakhri Husaini tetap bertahan di Jakarta sambil bermain di sejumlah klub.

Fakhri menceritakan, dirinya terpanggil untuk mengabdi bagi sepakbola Aceh bukan tanpa alasan.

Sebab, selama menjalani kariernya sebagai pemain maupun pelatih, dia belum pernah sekali pun memperkuat klub Aceh.

Kini, setelah kesempatan itu datang, Fakhri ingin pulang kampung untuk memberikan yang terbaik bagi Aceh.

“Saya mendapat tawaran menjadi asisten pelatih , Shin Tae Yong, tapi saya tolak. Di waktu bersamaan pula, saya ditawarin menjadi pelatih tim PON Aceh. Alhamdulillah, saya memilih menangani tim PON Aceh,” sebutnya.

Tantangan dan Pengabdian

Bagi mantan kapten timnas era 90-an, kesempatan melatih tim Tanah Rencong merupakan sebuah kebanggaan, tantangan, dan pengabdian bagi daerah.

Selasa (16/6/2020) petang, Fakhri Husaini berkesempatan menjawab wartawan melalui video call yang itu berada di Kantor PSSI Aceh, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya.

Manajer tim sepakbola PON Aceh, Mayor Agusti mencoba menghubungi Fakhri Husaini yang berada di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).

Hanya saja, jawaban dari istri Fakhri, kalau sang pelatih sedang menunaikan shalat magrib di rumah.

Ya, ada berbeda waktu satu jam antara Aceh dengan Kaltim. Karena, Kaltim masuk ke zona Waktu Tengah (WITA), sementara Aceh berada di zona Waktu Indonesia Barat (WIB).

Setelah menunggu hampir 15 menit kemudian, Fakhri Husaini balik menghubungi Mayor Agusti.

Masih mengenakan baju koko berwarna putih, Fakhri mulai berbicara terkait penunjukan dirinya sebagai tim sepakbola PON Aceh.

“Semuanya saya rindu di Aceh. Apalagi, kalau ada timphan dan kuah pliek u,” ungkap pria kelahiran Lhokseumawe, 27 Juli 1965 sembari tertawa lepas.

Ayah tiga anak tersebut menceritakan, bahwa terakhir dirinya pulang ke Aceh pada awal tahun 2019.

Kala itu, suami Novieta Tri Hastuty mengunjungi orang tuanya yang dirawat di rumah sakit.

“Ya, waktu itu, orang tua lagi sakit, makanya perusahaan kasih ijin untuk pulang ke Aceh,” ceritanya.

Fakhri menghabiskan kariernya di klub galatama, Lampung Putra, Petrokimia Gresik, dan PKT Bontang.

Fakhri menyebutkan, dia akan mulai bergabung bersama tim PON Aceh pada Januari 2021 mendatang.

Hal ini mengingat dirinya masih terikat status sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim.

“Januari tahun depan, saya sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP). Dengan demikian, saya bisa langsung bergabung bersama dengan pemain,” ungkapnya.

Fakhri menyebutkan, kalau dirinya sudah pernah mengabdi untuk bangsa dan negara, baik itu sebagai pemain maupun pelatih.

Kemudian, ia juga sudah pernah mengabdi untuk kota Bontang, dan Kalimantan Timur tempat dia menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya.

Jujur saja, pernyataan pelatih kelahiran Lhokseumawe, 27 Juli 1965 memang terbukti.

Pada SEA Games 1997 di Jakarta, Fakhri sukses mempersembahkan medali perak bagi Indonesia usai dikalahkan Thailand melalui adu penalti 2-4.

Sebagai pelatih, Fakhri juga sukses membawa timnas Indonesia juara U-16 tahun 2018.

Dan teranyar, dia mampu meloloskan Indonesia ke Piala AFC U-19 pada Oktober 2020 di Uzbekistan.

Pada awal tahun 2020, anak dari pasangan Husaini Harun dan Zulmiati menolak untuk menjadi asisten pelatih timnas.

Mendapat info posisi Fakhri sedang lowong, Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam SE MM dan manajer tim PON Aceh, Mayor Agusti membuka komunikasi.

Ternyata, ayah tiga anak ini sepakat untuk melatih punggawa PON Aceh.

“Kini saatnya saya, jika Allah mengizinkan, mengabdi untuk Aceh tempat saya dilahirkan. Prinsipnya, saya bersedia melatih tim PON Aceh, selain karena adanya kebanggaan juga ada tantangan di situ,” sambung pelatih 54 tahun itu.

Pada kesempatan itu, dia terbuka mengungkapkan, bahwa persiapan tim sepakbola Tanah Rencong menuju ke masih memiliki waktu cukup.

Karena, pesta empat tahunan itu resmi diundur hingga Oktober 2021 menyusul pandemi virus Corona di Tanah Air.

“Mundurnya pelaksanaan PON di Papua ke bulan Oktober 2021, tentu berdampak positif bagi persiapan tim PON Aceh. Karena kami memiliki cukup banyak waktu untuk membangun dan mempersiapkan tim yang solid menuju Papua,” sebutnya.

Bagi Fakhri Husaini, ajang PON ini menjadi kesempatan kedua baginya.

Karena, pada PON 2008, dia diberi kepercayaan untuk menjadi pelatih sepakbola tuan rumah Kalimantan Timur.

Fakhri mampu mengantarkan Sutan Samma dkk merebut medali perunggu sepakbola usai mengalahkan DKI Jakarta lewat perpanjangan waktu, 3-2.

Fakhri Husaini mengakui, selain tantangan, melatih tim PON Aceh juga merupakan suatu pengabdian bagi dirinya setelah meniti karier di luar daerah.

Bukan rahasia lagi, selama menjadi pemain atau pelatih, Fakhri hanya pernah bermain sebentar di PSLS Lhokseumawe saat masih yunior.

“Bismillah, kita akan memberikan yang terbaik bagi Aceh. Terima kasih banyak kepada Ketua PSSI Aceh dan kawan-kawan yang sudah mempercayakan saya,” pungkasnya.

Sementara Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam didampingi manajer tim PON Aceh, Mayor Agusti menyebutkan, mereka terus melakukan komunikasi dengan Fakhri Husaini.(*)

Berita Terkait