Striker Persija Jakarta Marko Simic Merasa Hak Pesepakbola Telah Dilanggar

Sepakbola belum bisa kembali aktif, sebagaimana Kepolisian Republik Indonesia (Polri) belum dapat mengeluarkan izin untuk kompetisi dan Liga 2. Hal ini jadi kekecewaan untuk para pelaku sepakbola di Indonesia.

Pasalnya, sejak pertengahan Maret kompetisi Indonesia ditangguhkan karena pandemi virus corona yang merebak di dunia. Oktober sempat menjadi jadwal kembali bergulirnya liga, namun Polri tidak dapat memberikan izin untuk itu.

Alasannya, pandemi virus corona di Indonesia masih belum bisa terkendali. Padahal, sepakbola sendiri siap digulirkan dengan protokol kesehatan yang ketat, termasuk tanpa kehadiran di stadion, dan rutin tes Covid-19.

Sebagaimana sepakbola di belahan dunia lain kembali berjalan, kompetisi Indonesia justru tidak ada kejelasan. Striker , Marko Simic, mengaku sungguh kecewa dengan situasi yang terjadi di Indonesia saat ini.

“Kami semua berharap jika kami bisa bermain sepakbola lagi, keluarga kami bergantung kepada kami. Seluruh dunia bermain sepakbola kecuali kita [di Indonesia],” tulis Simic lewat akun Instagram pribadinya.

Striker asal Kroasia itu sangat berharap ada kebijakan yang turut memerhatikan para pelaku sepakbola di Indonesia. Bagaimana pun, ia berpendapat secara pribadi, bahwa dilarangnya sepakbola seperti pelanggaran hak.

“Mohon kepada otoritas yang punya kompetensi dalam hal ini untuk memberikan izin kepada kami melakukan apa yang sangat kami cintai [sepakbola]. Menurut pendapat saya, mereka telah melanggar hak asasi manusia untuk melakukan pekerjaan kami! Dengan segala hormat #AyoMainLagi,” tutup dia.

Pergerakan para pesepakbola mengenai kompetisi ini dimulai pada Kamis, 7 Januari, dengan tagar #AyoMainLagi yang menyebar di media sosial. Marc Klok, gelandang , diketahui sebagai penggagas gerakan tersebut.

Kampanye ini dilakukan hanya demi satu tujuan, supaya sepakbola ada kejelasan untuk bisa kembali dimainkan. Dari mulai pelatih, pemain, ofisial hingga klub sudah mengalami masa sulit karena sepakbola Indonesia hiatus lebih dari sepuluh bulan.

PSSI dan PT Baru () belum memberi keputusan tegas bagaimana nasib musim 2020, yang awalnya direncanakan aktif kembali pada Februari. PSSI menyebut bahwa keputusan dari kepolisian jadi penentu.

Berita Terkait