PSSI Harus Transparan Soal Tuduhan Lelang Jabatan Manajer Timnas

PSSI diminta transparan ke publik soal isu jual beli jabatan manajer Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-20 yang batal digelar di tahun 2021. Kabar yang beredar, jabatan ini dilelang seharga Rp 1 miliar.

Pengamat Sepak bola Akmal Marhali mengungkapkan bahwa kegaduhan soal isu lelang jabatan di PSSI itu sudah biasa dan bukan hal yang baru. Sejak dulu sudah seperti itu.

Akmal menegaskan, kabar soal lelang jabatan manajer timnas yang diduga melibatkan Dodi Reza Alex Noerdin harus dibuka transparan ke publik.

“Kabar ini kan sudah bergulir di masyarakat, mestinya ya dibuka dan diselidiki kebenarannya. Bukti transaksinya kan sudah telanjur kesebar di masyarakat juga?,” kata Akmal kepada wartawan.

Akmal juga menyarankan, seharusnya ada semacam Tim Pencari Fakta (TPF) yang mengusut tuntas kasus ini. Namun, lanjut Akmal, syaratnya TPF ini harus independen, diisi oleh orang-orang diluar PSSI.

“Selama tidak ada TPF atau lembaga etik independen yang memproses kasus ini, selamanya kasus seperti ini akan terus berulang di tubuh PSSI.” jelasnya.

Kabar ini awalnya tersiar melalui media sosial. Di situ, ada foto bukti kuitansi bernilai 100 ribu dolar Singapura atau setara Rp1 miliar atas nama Achmad Haris dan diterima oleh Djoko Purwoko perwakilan PSSI.

Uang tersebut diduga sebagai pelicin agar Dodi Alex Noerdin maju sebagai manajer Timnas U-19 di Piala Dunia U-20.

Dalam tulisan di akun facebook Cocome Reborn, pihak PSSI dan Dodi disebut bertemu sampai empat kali. Pertemuan pertama terjadi di salah satu hotel di Jakarta. Saat itu Dodi yang ditemani Haris membuka omongan dengan Rudy Kangdra dan Djoko Purwoko.

Pertemuan kedua kembali terjadi di tempat yang sama. Namun masih belum ada kesepakatan untuk menunjuk Dodi sebagai Manajer Timnas.

Pada pertemuan ketiga Dodi dipertemukan dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Pertemuan berlangsung di Restoran Hurricane’s Grill, Jakarta.

Pada pertemuan ini disebut ada kesepakatan dana sekitar Rp1 miliar diberikan ke PSSI. Nilai itu merupakan hasil tawar-menawar antara pihak Dodi dan PSSI. Akan ada penyerahan dana lagi saat Dodi nanti ditunjuk menjadi Manajer Timnas Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Dodi membantah kabar tersebut. “Rumor itu. Tidak ada saya ditawarkan apapun dan dijanjikan apapun. Apalagi memberi urusan soal itu. Ga ada soal urusan manajer,” ujarnya kepada Media Indonesia beberapa waktu lalu.

Bantahan juga disampaikan Plt Sekjen Yunus Nusi. “Hahaha. PSSI sudah biasa dapat isu seperti itu,” kata Yunus. (OL-7)