Sambut 2021, Eks Pelatih Timnas U-19 Indonesia Bawa Bola Bocor dan VAR

Eks juru taktik , , sambut tahun 2021 dengan menganalogikan bola bocor dan menyebut-nyebut VAR.

Dalam daftar pelatih yang sempat menukangi terdapat salah satunya nama Fakhri Husaini.

Sepeninggalan Fakhri Husaini, kursi pelatih U-19 Indonesia itu selanjutnya di duduki oleh .

Di masa pergantian tahun 2020 ke 2021, mantan pelatih timnas U-19 Indonesia tersebut kali ini memberikan petuahnya.

Fakhri Husaini membeberkan wejangannya itu dengan cara yang unik yakni dengan berhubungan dengan sepak bola.

Hal ini disampaikan oleh Fakhri melalui unggahan Instagram-nya pada 31 Desember 2020.

Mantan pemain era 1986-1997 tersebut memberikan pesan kepada warganet mengenai intropeksi diri demi berubah keadaan jadi menjadi lebih baik.

Hal ini terlihat dari bentuk analogi tahun 2020 pada angka ‘0’ dengan keadaan bola bocor dan lalu ‘0’ di tahun 2021 tampak bolanya dengan keadaan sempurna.

Lebih lanjut, Fakhri Husaini juga menambahkan syarat khusus intropeksi diri yaitu harus memiliki kemauan serta keberanian.

Selain bola bocor, Fakhri juga mengemas nasihatnya dengan VAR (Video Assistant Referee).

VAR digambarkan oleh eks pesepak bola yang berposisi playmaker tersebut agar digunakan setiap individu untuk memperjelas kekurangan yang dimiliki agar diperbaiki ke depannya dan tak terulang.

“Agar tahu faktor penyebab bocornya bola, harus ada kemauan dan keberanian untuk intropeksi diri,” tulis Fakhri Husaini seperti dilansir oleh BolaSport.com dari Instagram-nya, Kamis (31/12/2020).

“Jika perlu jangan ragu menggunakan VAR untuk menemukan dengan akurat sumber masalah sehingga bocornya bola tidak terjadi lagi”.

“Selamat tahun baru 2021”.

Wejangan dari Fakhri Husaini tersebut bisa saja digunakan untuk sebuah langkah solusi masalah sepak bola di Tanah Air ini.

Seperti diketahui, sudah tertunda sementara pertengahan Maret 2020 dan hingga kini belum ada kejelasan waktu lanjutan kompetisinya.

Banyak dari klub hingga pemain yang terkena imbas akibat adanya penundaan sementara Liga Indonesia.

Terlepas dari dampak virus corona, tentunya harus ada intropeksi masing-masing pihak demi memajukkan sepak bola nasional lebih baik lagi.

Berita Terkait