PSSI Diminta Segera Tindaklanjuti Kasus Dugaan Jual-Beli Jabatan Manajer Timnas

PSSI diterpa isu miring terkait jual-beli jabatan U-20 yang dipersiapkan tampil di yang akan berlangsung di pada 2023 mendatang. Sejumlah nama terseret dalam kasus ini.

Kasus jual-beli jabatan manajer timnas ini kemudian mendapat tanggapan dari wartawan senior Joseph Erwiyantoro lewat akun facebook cocomeo reborn. Dalam tulisannya, Toro -sapaan Joseph Erwiyantoro- menuding Noerdin membayar sekitar Rp1 miliar supaya bisa menjadi manajer Timnas U-20.

Ia juga menduga ada pertemuan sebanyak empat kali yang dilakikan pihak PSSI dengan Dodi terkait proses lelang jabatan manajer Timnas U-20. Toro juga menuding Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan ikut bertanggung jawab dalam kasus ini.

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Toro menegaskan bahwa untuk membongkar kasus jual beli jabatan ini sudah terang benderang siapa yang terlibat. Ia berharap skandal yang melibatkan ketua PSSI dan Bupati Muba Dodi Alex Murdin akan ditindaklanjuti ke proses hukum.

“Yang terlibat sudah jelas, ketumnya juga terlibat langsung. dalam kapasitasnya sebagai Ketua INAFOC bisa memecat mereka-mereka yang terlibat,” kata Toro.

Karena itu, Toro mendesak PSSI untuk segera mengaktifkan Komisi Yudisial (KY) yang di dalamnya terdapat komite etik, komite banding (komding), dan komite disiplin () untuk mengusut kasus ini. Menurutnya, tidak mungkin komite etik, komding, dan komdis bisa bekerja tanpa ada surat penugasan dari PSSI.

“Komisi Yudisial itu sudah dikukuhkan oleh KONI, tapi hingga sekarang belum ada surat tugasnya. Gimana mereka bisa bekerja?”, pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, PSSI melalui Komisi Yudisial mengatakan akan memanggil Sekretaris Tim Achmad Haris dan Djoko Purwoko terkait uang ‘mahar’ 100.000 dolar Singapura untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin menjadi manajer yang dipersiapkan tampil di U-20.

Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada pemanggilan oleh PSSI terhadap kedua terduga kasus jual-beli jabatan tersebut.

“Kedua orang tersebut akan dipanggil oleh Badan Yudisial. Ketua Umum PSSI juga mendukung. Sebenarnya secara lisan, PSSI sudah mendapat laporan dari Haris dan Djoko soal kasus ini. Namun, secara lembaga, PSSI perlu mengklarifikasi secara resmi agar semua pernyataannya bisa dipertanggung jawabkan,’’ kata Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi memastikan Badan Yudisial PSSI dilansir situs PSSI, Senin (21/12/2020).

Berita Terkait