Jim Croque, Striker Vitesse U-18 yang Bisa Jadi Andalan Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2023

Sosok Jim Croque belakangan jadi pembicaraan pencinta sepak bola Indonesia setelah resmi direkrut Vitesse Arnhem U-18 pada 1 Juli 2020.

Menilik dari usianya yang baru 16 tahun, striker berdarah Jawa itu bisa menjadi opsi buat Timnas Indonesia U-19, setelah FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2021, dan dihelat pada 2023.

Dalam kanal YouTube milik Yussa Nugraha, Jim Croque memang tidak terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela Timnas U-19. Apalagi, ia mengaku belum pernah dihubungi oleh PSSI.

“Tentu jadi kehormatan yang besar buat saya bila mendapat undangan dari federasi (PSSI). Tapi, saat ini saya fokus dulu untuk mengembangkan kemampuan bersama Vitesse,” ujar Jim yang lahir di Belanda pada 5 Juli 2004.

Bisa bergabung dengan klub sebesar Vitesse jadi kebangaan tersendiri buat Jim yang mulai menggeluti sepak bola pada usia 5 tahun. Kala itu, ia tergabung dengan SV Huizen, klub amatir di kota kelahirannya.

Bersama Huizen, Jim menimba ilmu dasar sepak bola dan kemudian mengikuti berbagai turnamen kelompok usia berjenjang. Ia kemudian berpindah klub ke BFC Youth pada usia 15 tahun.

Pada periode inilah namanya masuk daftar panggil Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) untuk mengikuti pemusatan latihan. “Semua pemainnya berasal dari klub amatir yang dibentuk dalam satu tim dan bermain pada sejumlah pertandingan,” terang Jim.

Saat bermain di tim bentukan KNVB itu, kemampuan Jim terpantau oleh pemandu bakat dari Vitesse yang kemudian menyodorkan kontrak untuk membela tim U-18 klub yang saat ini berkompetisi di Eredivisie (Liga 1) Belanda.

“Menandatangani kontrak bersama Vitesse adalah momen paling berkesan buat saya sampai saat ini,” ungkap Jim Croque.

Fokus Bersama Vitesse

Bermain sebagai striker adalah posisi favorit Jim Croque yang memiliki tinggi 180 cm. Menurut Jim, ia juga kerap dimainkan oleh pelatih klub yang dibelanya di posisi sayap kiri dan kanan. Itu karena Jim dinilai memiliki kecepatan dan dribling bola yang baik.

“Tapi, saya lebih nyaman bermain sebagai striker. Itulah mengapa saat ini saya fokus meningkatkan kemampuan terutama dalam penyelesaian akhir,” tutur Jim.

Sebagai striker, Jim juga memiliki pemain idola sekaligus panutan yakni Robert Lewandowski, penyerang timnas Polandia yang kini membela Bayern Munchen. “Dia adalah tipe striker yang lengkap.”

Tergabung di Vitesse U-18, Jim sudah merenda asa masuk tim utama sebagai batu loncatan untuk mengembangkan kariernya. Ia pun menunjuk Barcelona sebagai klub impian dan tujuannya. Peluang itu ada karena kultur permainan Barcelona tak jauh berbeda dengan Belanda.