Cerita PSG Pati, dari Klub Tarkam hingga Jadi Profesional dan Pindah Home Base

Klub Liga 2, ( ) Gresik, berpindah home base ke Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Perpindahan tersebut tak lepas dari diakusisinya klub tersebut oleh Wakil Bupati Pati, Arifin, yang juga memiliki akademi sepak bola bernama Safin Pati Football Academy ().

Dalam acara launching, klub sekaligus berganti nama menjadi . Perintis klub sebelumnya, Bisri Afandi, bercerita jerih payahnya membangun klub yang memulai perjalanannya dari turnamen antar-kampung ( tarkam) itu.

Pria yang akrab disapa Bisri itu mengatakan, sejatinya klubnya dikelola apa adanya sebagaimana klub tarkam pada umumnya.

Namun, kesempatan datang pada 2018 saat PSG berkesempatan mengikuti . Berhasil mengikuti kompetisi nasional membuat dia berupaya mengelola klubnya secara profesional.

Awalnya, dia mengaku buta dengan manajerial klub sepak bola profesional. Pada 2019, PSG berhasil promosi ke . Hal itulah yang membuatnya berusaha mengelola PSG menjadi klub yang profesional.

“PSG saya dirikan dari tim tarkam, juara dua tahun berturut-turut. Kemudian, kami bertarung di Liga 3 Jawa Timur. Kami dulu tidak memahami manajemen bola. Tim inti juga tidak pernah memegang tim. Akhirnya, kami hanya sampai di zona Jawa,” kata Bisri.

Meski PSG berhasil promosi, adanya wabah pandemi Covid-19 kompetisi Liga 2 2020 berhenti. PSG mengalami situasi yang sulit sehingga terpaksa diakusisi oleh Saiful Arifin dan berpindah home base ke Pati.

“Pada 2019, kami belajar manajemen, akhirnya bisa promosi ke Liga 2. Karena keterbatasan kondisi, kami terpaksa berkolaborasi dengan Pak Safin untuk menumbuhkan PSG,” ucapnya.

Sementara itu, Saiful Arifin mengatakan pihaknya mengakuisisi PSG karena peduli dengan sepak bola, terutama di daerah Pati.

Oleh karena itu, pihaknya ingin membangun klub profesional yang ber-home base di wilayah Pati dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pati.

“Saya menghadirkan ini tentunya untuk kebanggaan masyarakat Pati. Di ini, Liga 2 hanya diikuti 24 klub. Salah satunya ada di Pati. Itu kan hebat karena tidak semua kota punya klub yang bermain di liga profesional,” tutur pria yang akrab disapa Safin itu.

“Saya ingin Pati ikut menikmati euforia persepakbolaan di level profesional,” katanya.

Dalam acara launching tim, Minggu (27/12/2020) siang, PSG mendeklarasikan julukan mereka, yakni Laskar Kembang Joyo, dan pendukung mereka yang diberi nama Bala Yodha.

PSG juga akan bermarkas di Stadion Gelora Soekarno Mojoagung Tengkil Kabupaten Pati. (kompas)

Berita Terkait