Bek Persebaya Berusaha Tegar Menyikapi Diundurnya Piala Dunia U-20

FIFA secara resmi telah mengumumkan diundurnya akibat pandemi COVID-19 yang tidak berkesudahan. Turnamen itu seharusnya digelar di Indonesia pada 2021 mendatang, namun telah dijadwalkan ulang menjadi 2023.

Hal ini membuat banyak pemain U-19 merasa kecewa. Pasalnya, mereka telah disiapkan untuk menjadi bagian di ajang yang sedianya digelar tahun depan tersebut.

Usia mereka juga bakal melewati batas pada saat diselenggarakannya Piala Dunia U-20 2023. Artinya, mereka sudah pasti tidak bisa tampil dalam ajang tersebut. Jika mereka kini berusia 19 tahun, berarti para pemain itu akan berumur 22 tahun pada 2023.

Bek muda , Rizky Ridho, termasuk yang merasakan kekecewaan itu. Dia mengaku kaget mendengar pengumuman dari FIFA pada Kamis (24/12/2020).

“Kecewa. Kalau dibilang terpukul, jelas terpukul. Kami melakukan persiapan sejak Januari tahun lalu (2019),” ungkap pemain berusia 19 tahun tersebut.

Timnas Indonesia U-19 juga sudah menjalani berbagai agenda persiapan. Di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong, mereka melakoni TC alias pemusatan latihan di berbagai tempat. Mulai dari dalam negeri, Thailand, hingga terakhir di Kroasia.

Para pemain harus melewati segala macam program latihan dari Shin Tae-yong dan stafnya yang tidak mudah. Ridho sendiri juga sudah lama diproyeksikan bersama Timnas Indonesia U-19. Dia bahkan menjabat sebagai kapten tim.

Rizky Ridho berusaha menyikapi hal ini dengan lebih legowo. Pemain kelahiran 24 Juni 2021 itu tidak ingin larut dalam kesedihan.

“Saya nggak mau terlalu lama larut dalam kekecewaan ini. Saya yakin tidak ada perjuangan yang sia-sia,” imbuh pemain yang membawa Persebaya U-20 menjuarai U-20 2019 tersebut.

Tak hanya Ridho, pengunduran jadwal Piala Dunia U-20 juga membuat sejumlah pemain muda lain terpaksa tidak bisa ambil bagian pada 2023 nanti. Di antaranya adalah Bagus Kahfi, , Mochammad Supriadi, hingga pemain berdarah Inggris, .

Berita Terkait