Selama Era Liga 1, Ini Bukti Rohit Chand Selalu Jadi Tulang Punggung Persija

Berbicara soal konsistensi pemain asing yang ada di skuad Jakarta, Rohit Chand sudah selayaknya muncul di nama terdepan utamanya era .

Pemain Nepal itu selalu hadir sebagai tulang punggung , setidaknya selama empat musim terakhir.

Performa Rohit selalu menjadi andalan sejak kembali berlabuh di tim Macan Kemayoran pada musim 2017 atau awal era Liga 1.

Sebelumnya, ia memang pernah merapat ke Persija pada tahun 2013. Namun pada 2014, ia memutuskan untuk berpetualang selama beberapa musim ke Liga Singapura.

Sejak kembali merapat ke Jakarta pada 2017, ia selalu mengisi tempat utama di sektor lini tengah Persija.

Pada Liga 1 2017, Rohit mencatatkan 28 penampilan bersama Persija. Selain itu, ia juga menyumbang tiga gol dan empat assist.

Liga 1 2018 menjadi salah satu puncak performa pemain berusia 28 tahun itu bersama skuad Macan Kemayoran.

Sebab, ia sukses membawa timnya menjuarai Liga 1 2018. Pada musim yang sama pula, gelar 2018 berhasil dibawa pulang untuk The , suporter Persija.

Gelimang gelar Persija pada musim itu semakin lengkap. Sebab, Rohit berhasil menyabet gelar individu sebagai pemain terbiak Liga 1 2018

Pada musim selanjutnya, yakni Liga 1 2019, performa pemain asal Nepal itu masih belum tergantikan.

Ia terlibat dalam tiga gol Macan Kemayoran. Sepasang gol dan satu assist berhasil dia ciptakan.

Sebagai sosok gelandang, Rohit Chand tak hanya aktif menggalang serangan. Ia kerap kali membantu pertahanan dalam memutus alur serangan lawan.

Menariknya, pemain yang mengawali karier di bersama Pekanbaru ini tak pernah sekali pun diganjar kartu merah.

Sebab, dalam 92 penampilannya bersama Persija, Rohid Chand hanya menerima delapan kartu kuning.

Berita Terkait