Alasan Irfan Bachdim Memilih Bambang Pamungkas Sebagai Idola dan Panutan

Irfan Bachdim mengawalinya kiprahnya di kompetisi sepak kala berlabuh di Persema Malang pada Liga Super 2010.

Meski lebih dulu berkarier di Liga Belanda bersama Utrecht dan Harleem, Irfan ternyata sudah menyimpan kekaguman kepada legenda Jakarta dan , .

Dalam channel youtube , Irfan mengungkapkan alasan dirinya menjadikan Bambang sebagai idola dan panutan. Diawali ketika ia diajak oleh ayahnya, Noval Bachdim berlibur ke Indonesia. Irfan yang masih belasan tahun melihat foto Bambang pada papan reklame yang terpampang di sebuah jalan utama di Jakarta.

“Saya tanya ke ayah, siapa dia? Ayah saya bilang, itu Bambang , bintang ,” kenang Irfan.

Kekaguman Irfan terhadap Bambang kian bertambah saat menjalani trial di Persija pada 2010. Meski berstatus bintang dan kapten di Persija, Bambang tidak menunjukkan sedikit pun sikap sombong.

“Di mata saya, Bambang adalah pribadi yang ramah, humble dan rendah hati.”

Sikap Bambang itulah yang kemudian jadi inspirasi Irfan dalam berkarier di kompetisi Indonesia. Termasuk saat namanya menjulang pasca Piala 2010. Ia menjadi rebutan penggemar untuk diajak berfoto bersama. Apalagi di Malang yang tak sebesar Jakarta.

“Saat itu, untuk ke belanja ke supermarket pun saya kesulitan karena harus melayani penggemar,” kata Irfan.

Tetap rendah hati kala tenar membuat Irfan Bachdim lebih nyaman menikmati statusnya itu. “Bagi saya, semua orang sama. Saya hanya beruntung menjadi pesepak bola yang kebetulan terkenal. Jadi, mengapa harus sombong.”

Family Man

Selain ramah dan rendah hati, Irfan Bachdim menunjuk perhatian Bambang pada keluarga sebagai contoh yang patut ditiru.

“Bambang punya kesibukan yang padat sebagai pemain dan juga pebisnis. Tapi, ia tak pernah melupakan keluarganya. Bambang adalah seorang family man,” papar Irfan.

Seperti Bambang, Irfan pun dikenal sebagai ayah yang baik buat dan Kiyomi serta suami yang perhatian kepada Jennifer, sang istri yang tengah mengandung anak ketiganya.

Meski berprofesi sebagai pesepak bola profesional, Irfan tak ingin memaksa Kenji mengikuti jejaknya meski ia melihat sang putera punya bakat.

“Dulu sempat suka, tapi belakangan ia tak lagi mau main sepak bola. Berkali-kali saya ajak, Kenji menolak, ya sudah.”

Rencana untuk Anak

Sejatinya, Irfan sudah menyimpan rencana andai Kenji ingin menjadi pesepak bola. Ia akan membawa sang putera menimba ilmu pada akademi sepakbola di Jerman atau Belanda.

“Selain di sana ada keluarga, program dan sarananya lebih baik,” kata Irfan.

Saat ini, Kenji memiliki dua paspor yakni Jerman dan Indonesia. Tapi, Irfan sudah menetapkan pilihan buat anaknya yakni berpaspor Indonesia.

“Kalau ia menjadi pesepak bola yang andal di Eropa, saya tetap memintanya bermain untuk Timnas Indonesia,”pungkas Irfan.

Berita Terkait