Syahrian Abimanyu Terima Pinangan Johor Darul Takzim karena Alasan Ini

Syahrian Abimanyu bangga diminati klub Johor Darul Takzim. Ia tak terlalu memikirkan soal gengsi “cuma” main di Malaysia maupun nilai kontraknya.

Johor Darul Takzim (JDT) adalah klub raksasa yang menyapu bersih gelar Liga Super Malaysia dalam tujuh musim terakhir. Mereka juga adalah klub pertama dan satu-satunya dari ASEAN yang menjuarai Piala AFC.

Harimau Selatan juga punya fasilitas latihan mewah layaknya klub top Eropa. Minat besar terhadap sepakbola dari Bos JDT yakni Tunku Ismail Idris alias TMJ adalah alasan terbesar kesuksesan klub asal negara bagian Johor itu.

Belum lama ini, Kesultanan Johor juga membangun Stadion Sultan Ibrahim yang berkapasitas 40 ribu penonton yang diprioritaskan untuk digunakan JDT. Berkat prestasi di Piala AFC, JDT kini rutin berkompetisi di Liga Champions Asia (LCA) dalam dua musim terakhir.

Dengan fakta-fakta itu, Abimanyu mengaku sempat tak percaya klub sebesar JDT meminati dirinya. Tanpa pikir panjang, ia langsung menerima tawaran tersebut.

Bagi Abimanyu, Johor Darul Takzim sudah merupakan sebuah klub besar buat pemain muda seperti dirinya. Ia tak memedulikan jika ada yang menilai gengsi kalau “cuma” merumput di negara Asia Tenggara alih-alih ke Eropa, Jepang, atau Korea Selatan.

“Saya mau gabung (JDT) karena ini kesempatan bagus, apalagi kondisi liga sendiri di Indonesia belum ada kejelasan. Itu yang membuat saya berani untuk melangkah,” kata Abimanyu di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

“Kalau untuk nilai (kontrak) dan lain-lain itu nomor sekian. Yang terpenting itu kesempatan bermain dan pengalaman untuk diri saya juga. Dan pasti keluar dari Indonesia semoga bisa membantu saya untuk berkembang,” ujarnya.

Abimanyu dikontrak JDT dengan total durasi tiga tahun. Tetapi ia belum bisa langsung unjuk gigi bersama JDT pada tahun pertamanya.

Rencananya, JDT akan meminjamkan Syahrian Abimanyu ke klub lain terlebih dahulu. Kabarnya, ia akan dipinjamkan ke klub di luar Asia Tenggara, dengan Jepang atau Korea Selatan, kemungkinan akan menjadi pelabuhan Abimanyu.

Sebenarnya putra dari Rasiman bisa saja ditempatkan di JDT II yang merupakan tim satelit klub itu. JDT II tampil di Liga Primer Malaysia atau kompetisi sepakbola kasta kedua di Negeri Jiran.

Namun, untuk menembus skuad utama JDT II pun tak akan mudah bagi Abimanyu. JDT II diperkuat pemain-pemain asing top seperti Kei Hirose, Fernando Rodriguez, hingga Liridon Krasniqi.

Kei Hirose dan Fernando Rodriguez bukan nama asing di telinga publik sepakbola Indonesia. Kei Hirose pernah menjadi pemain andalan Persela Lamongan, sementara Fernando Rodriguez adalah striker tajam yang pernah memperkuat Mitra Kukar.

Masih ada juga Liridon Krasniqi yang merupakan eks Timnas Albania U-21 dan pernah membela Timnas Kosovo. Dengan komposisi pemain asing seperti itu, Abimanyu harus berjuang keras.

“Kalau saya jadi dipinjamkan berarti kan saya tidak memikirkan seperti itu dulu. Karena kan bos TMJ (bos JDT, Tunku Ismail Idris) sendiri bilang akan meminjamkan saya, jadi kalau untuk persaingan di JDT saya belum bisa mengomentari,” tutur Abimanyu.

“Sekarang saya masih fokus dulu untuk TC Timnas (U-23) ini, sampai sekarang masih belum ada omongan kapan akan gabung ke JDT. Kemungkinan nanti setelah pergantian tahun,” ucap pemain berusia 21 tahun itu soal kepindahannya ke Johor Darul Takzim.