PSMS Kembali Desak PSSI dan LIB Kepastian Kompetisi

Klub Liga 2, PSMS Medan, kembali mendesak operator kompetisi, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) dan induk organisasi tertinggi sepak bola PSSI, soal kepastian kompetisi.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu PSSI hanya mewacanakan kelanjutan kompetisi yang tertunda selama 2020 diharapkan dapat bergulir kembali pada Februari 2021 mendatang. Namun harapan itu juga tidak ada kepastian karena belum mendapat izin keramaian dari Polri.

Apalagi, pergantian tahun dari 2020 ke 2021 sudah di depan mata. Sehingga klub-klub dapat mempersiapkan tim jika restart kompetisi benar-benar digelar di bulan Februari tahun depan.

“Sampai saat ini belum ada jaminan soal (kelanjutan) liga. Ya kami minta secepatnya PSSI segera mendatangi Polri. Ya bila perlu memohon kepada bapak Presiden Jokowi agar Kapolri dalam hal ini memberi izin (keramaian) pelaksanaan kompetisi,” tegas Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, Selasa (22/12/20).

Mulyadi menilai, saat ini kondisi daerah-daerah saat ini sudah jauh lebih kondusif. Apalagi gelaran pesta demokrasi Pilkada serentak juga sudah usai. Maka dari itu dia pun meminta kepada PSSI dan LIB agar semakin proaktif mengusahakan kelanjutan kompetisi ini segera ada titik terang.

“Jadi harus proaktif lah dalam hal ini PSSI dan PT LIB. Dan kondisi daerah-daerah yang memang saat ini kan kita lihat kondusif. Tapi jalannya liga harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” paparnya.

Lebih lanjut Mulyadi berpendapat jika menunggu hingga pandemi Covid-19 hilang tentu liga tidak akan berjalan. Karena itu mau tak mau jalannya kompetisi tetap harus berdampingan dengan pandemi dengan protokol kesehatan yang ketat dengan harapan roda ekonomi di sektor sepak bola tetap dapat berputar.

“Ya kompetisi ini kan diputar dengan konsep memakai protokol kesehatan. Seperti mereka yang terlibat, pemain, official, itu menjalani swab test. Kemudian tanpa penonton. Jadi tidak ada keraguan lagi,” ucapnya.

“Kalau pun kita berharap Covid ini hilang ya saya kira ini juga gak pasti. Jadi biarlah sambil berjalan. Kalau saya pribadi, mau tidak mau ya kita harus berdampingan dengan yang namanya Covid ini dengan Prokes yang ketat. Harapannya agar roda ekonomi di sektor ini bisa tetap jalan,” harapnya.