Dalih PSSI Sempat Memilih Persija, bukan Persipura untuk Piala AFC 2021

sempat memilih Persija Jakarta sebagai perwakilan Indonesia di Piala AFC 2021 bersama Bali . Tim berjulukan Macan Kemayoran itu ditunjuk karena statusnya sebagai runner-up 2018/2019.

Adapun, PSSI menetapkan mengingat atributnya yang merupakan jawara Shopee Liga 1 2019.

PSSI mengacu pada prestasi klub di kompetisi dan turnamen 2019 dalam menetapkan perwakilan ke Piala AFC 2021 karena ketiadaan dua kejuaraan itu di tahun ini.

Dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, 16 November 2020, PSSI mengutus Persija untuk menemani Bali United di Piala AFC 2021. Namun, keputusan PSSI tidak sesuai dengan Entry Manual for AFC Competitions 2021 yang dirilis oleh AFC.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI, berkilah pihaknya hanya ingin menjaga perwakilan dari Piala Indonesia 2018/2019, bukan tidak menuruti Entry Manual for AFC Competitions 2021.

“Persija ditetapkan oleh PSSI karena kami menjaga keterwakilan klub Indonesia yang bermain di Piala AFC 2021 melalui slot Piala Indonesia,” kata Yunus Nusi dinukil dari laman PSSI.

“Karena memang AFC juga menyetujui bahwa juara Piala Indonesia mendapatkan slot untuk bermain di Piala AFC 2021. Karena tidak lolos lisensi klub profesional 2020, Exco PSSI memutuskan Persija yang notabene runner-up Piala Indonesia,” imbuh Yunus Nusi.

Seharusnya PSM, lalu Turun ke Persebaya, kemudian ke

Setiap anggota AFC yang mengirimkan wakilnya di turnamen antarklub AFC, termasuk Liga Champions Asia dan Piala AFC, harus mengikuti peraturan yang tertuang di Entry Manual for AFC Club Competitions 2021, terutama Pasal ke-9 tentang Sporting Criteria atau Kriteria Keolahragaan.

Pasal tersebut memiliki lima turunan. Pertama, klub yang bertanding di turnamen antarklub Asia harus berasal dari juara kompetisi domestik, dalam kasus ini Bali United.

Wakil kedua merujuk pada pemenang turnamen domestik, contoh di kejadian ini adalah PSM Makassar selaku kampiun Piala Indonesia 2018/2019. Namun, tim berjulukan Pasukan Ramang itu gagal mendapatkan lisensi klub profesional dari AFC pada 2020 sehingga tiket ke Piala AFC 2021 menjadi jatah pemilik kriteria ketiga.

Poin ketiga, jika juara kompetisi domestik atau turnamen domestik tidak bisa mewakili, maka slot bermain di turnamen antarklub Asia diberikan kepada tim peringkat kedua kompetisi domestik. adalah runner-up Shopee Liga 1 2019.

Masalahnya, sama seperti PSM, Persebaya gagal memenuhi verifikasi klub profesional AFC di tahun ini.

Jika satu di antara butir pertama hingga ketiga masih belum memadai, maka masuk ke poin keempat yaitu tim peringkat ketiga kompetisi domestik. Pada musim 2019, Persipura Jayapura mengakhiri Shopee Liga 1 di posisi ketiga.

Berdasarkan empat poin di atas, Persipura adalah tim yang berhak bersama-sama dengan Bali United berkancah di Piala AFC 2021 sesuai dengan Entry Manual for AFC Club Competitions 2021.

Sebetulnya masih ada poin kelima atau terakhir, yang menjelaskan bahwa tim peringkat keempat kompetisi domestik bisa mendapatkan tiket jika empat kriteria di atasnya gugur. Berhubung Persipura telah layak berdasarkan poin keempat, maka kriteria itu tidak perlu dihitung.

Tidak Ada Jatah untuk Persija

Pada Pasal ke-9.4, masih dalam peraturan yang sama, tertulis: Jika klub yang memenuhi kriteria keolahragaan tidak menerima lisensi, klub yang finis di posisi tertinggi berikutnya pada kompetisi domestik yang akan menggantikannya.

Kesimpulannya, dalam Entry Manual for AFC Competitions 2021, tidak ada jatah untuk runner-up turnamen domestik, dalam kasus ini adalah Persija yang sempat ditunjuk oleh PSSI karena statusnya sebagai finalis Piala Indonesia 2018/2019.

“Dengan jawaban dari AFC ini, Persipura akan menemani Bali United untuk mengikuti Piala AFC 2021. Persipura terpilih karena berada di peringkat ketiga Shopee Liga 1 2019 dan mendapatkan lisensi klub profesional saat proses 2020,” tulis PSSI dalam websitenya.

Berita Terkait