Perusahaan Bali United Merugi Rp22,4 Miliar, Yabes Tanuri Bicara Kekuatan Musim Depan

Chief Executive Officer (CEO) Bali , memastikan kekuatan tim tak banyak terpengaruh kerugian perusahaan pada kuartal III-2020 sebesar Rp22,4 Miliar. Bali United tetap mempersiapkan skuat yang kuat menatap Liga 1 dan Piala 2021.

PT Bali Bintang Sejahtera (BOLA) pada kuartal III-2020 mencatatkan penurunan pendapatan cukup besar. Dari laman tradingidx, yang mengutip data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (03/12/20), pendapatan BOLA pada kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp63,1 miliar.

Jumlah itu menurun 55,92 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp143,2 Miliar. Penurunan pendapatan dari live streaming dan rekaman video memberi berpengaruh cukup besar.

Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan dari live streaming dan rekaman video sebesar Rp52,7 Miliar. Sementara pada kuartal III-2020, pendapatan merosot hanya Rp1,4 Miliar.

Penurunan pendapatan terjadi di semua sektor. Pendapatan dari sponsor merosot cukup besar, dari Rp62,1 Miliar menjadi Rp46,9 Miliar. Pendapatan komersil menurun dari Rp10,08 Miliar menjadi Rp6,3 Miliar.

Kontribusi pertandingan-bersih menurun dari Rp4,6 Miliar jadi Rp3,4 Miliar. Pendapat lain-lain dari sebelumnya Rp13,6 Miliar menurun jadi Rp5,08 Miliar.

Kerugian ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan Bali United dalam mengamankan skuat bintangnya. Apalagi pada saat ini Bali United juga bersiap mengikuti Indonesia Baksetball League (IBL) 2021.

Belum lagi pembangunan training ground di sekitar Pantai Purnama Gianyar, yang akan terus berjalan hingga akhir 2021. Namun, Yabes Tanuri memastikan timnya tetap kuat menatap tahun depan.

“Pengaruh kekuatan tim tidak akan banyak ada perubahan, karena dari tim teknis akan terus menjaga stabilitas teamwork dan fitness dari keseluruhan tim,” ucap Yabes Tanuri, Kamis (17/12/20).

Sepak berharap banyak pada Bali United di tahun 2021. Mereka akan menjadi wakil pada ajang 2021, bersama Jakarta. Prestasi dari dua tim itu akan berpengaruh pada peringkat Liga 1 di Asia.

Berita Terkait