Vladimir Vujovic: Media Sosial Membuat Pemain Indonesia Menjadi Penakut!

Mantan pemain belakang , Vladimir Vujovic, memberikan pesan kepada pemain muda Indonesia yang mendapat kesempatan bermain di luar negeri.

Vakumnya kompetisi 2020 membuat para pesepak bola kehilangan kesibukannya.

Latihan tim pun diliburkan mengingat pelaksanaan yang direncanakan digelar Februari 2021 pun belum menemukan titik terang.

Akhirnya beberapa pemain pun memutuskan untuk melanjutkan karier di luar negeri sembari menunggu Liga 1 kembali bergulir.

Sebut saja , bek , yang dipinjamkan ke klub , Penang FC.

Ada pula Todd Rivaldo Ferre, pemain Jayapura, yang berlabuh ke tim Liga Thailand, .

Beberapa pemain lain juga dikabarkan tengah menjadi incaran tim-tim dari luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, mantan bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, punya pandangan sendiri.

Vlado, sapaan Vladimir, mendukung para pemain Indonesia untuk mencari tantangan di luar negeri.

Eks-pelatih PSIM Yogyakarta itu menilai berkarier di negara lain sangat bermanfaat untuk pengalaman dan wawasan sang pemain.

Hanya saja, lanjut Vlado, para pemain Indonesia dinilai kurang berani mengambil peluang tersebut.

“Penting bagi pemain untuk sedikit mengambil risiko, karena orang Indonesia tidak ada yang mau mengambil risiko,” ujar Vlado dalam kanal YouTube Persib.

“Kenapa? Karena dia bisa menjadi orang yang disalahkan semua orang,” tutur lelaki asal Montenegro tersebut.

Selain karena mentalitas tak berani ambil risiko, kondisi tersebut diperparah kehadiran media sosial.

Para pemain Indonesia pun dinilai menjadi semakin ketakutan saat akan menentukan langkah.

“Saya kira salah satu masalah besar di sepak adalah media sosial,” katanya.

“Para pemain terlalu banyak memperhatikan komentar di sosial media sehingga saat pertandingan mereka takut membuat kesalahan. Karena jika mereka membuat kesalahan, semua orang di luar lapangan akan menyalahkan mereka,” Vlado melambahkan.

Vlado mengatakan bahwa para pemain juga manusia biasa. Oleh karena itu wajar jika sesekali melakukan kesalahan.

Ia menyarankan pemain menunjuk admin untuk mengelola media sosial sehingga bisa memberikan fokus 100 persen di lapangan.

Selain itu Vlado juga memberi pesan kepada suporter Indonesia yang terkenal sangat fanatik mendukung klub kesayangannya.

Jangan hanya mendukung ketika tim meraih kesuksesan, kata Vlado, dukung pula ketika performa tim kurang memuaskan atau pemain melakukan kesalahan.

Lelaki berpostur jangkung itu juga membandingkan dukungan yang diterima Persib ketika menjuarai 2014, kala itu bobotoh begitu bersemangat menyemangati Maung Bandung.

Tapi, Vlado mengatakan Persib lebih membutuhkan dukungan pada Liga 1 2017 ketika performa tim anjlok.

Berita Terkait