Timnas U-16 Indonesia Masih Punya PR dari UEA yang Belum Selesai

Pelatih timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, menilai timnya masih perlu membenahi cara transisi dari menyerang ke bertahan.

Timnas U-16 Indonesia telah menghabiskan waktu selama sepekan untuk fokus dalam pemusatan latihan di Yogyakarta.

Latihan itu sendiri telah dimulai sejak Senin (7/12/2020) dan akan berakhir pada 23 Desember mendatang.

Setelah sepekan berlatih, pelatih timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, menilai para pemainnya telah mengalami perkembangan yang baik.

Marcell Januar Putra dkk sudah semakin baik dalam hal penguasaan bola serta menjaga posisi dan jarak dengan rekannya.

“Dari segi penguasaan bola, mereka sudah mulai bagus,” ucap Bima Sakti dilansir Bolasport.com dari laman resmi PSSI.

“Saat bertahan juga sudah kelihatan, jarak antara pemain belakang, tengah dan depan semakin baik.”

Meski begitu, mantan pemain timnas Indonesia itu melihat skuad Garuda Asia masih memiliki satu kekurangan.

Kekurangan yang dimaksud adalah transisi, terutama perubahaan posisi dari menyerang ke bertahan.

Menurutnya, ini merupakan pekerjaan rumah yang belum selesai sejak timnas U-16 Indonesia pulang dari Uni Emirat Arab (UEA) pada akhir Oktober lalu.

Seperti diketahui, Aditiya Daffa dkk sempat menjalani pemusatan latihan di luar negeri pada 19-25 Oktober 2020.

Dalam TC itu, timnas U-16 Indonesia dua kali menggelar laga uji coba melawan timnas U-16 UEA, yakni pada 21 dan 24 Oktober 2020.

Sayangnya, semua laga itu berakhir dengan kekalahan.

Pada laga pertama, skuad Garuda Asia takluk dengan skor 2-3. Sementara pada laga kedua, timnas U-16 Indonesia dibantai dengan skor 0-3.

“Hal yang perlu kita benahi adalah transisi, ini terus kita perbaiki saat dari dua laga uji coba melawan UEA,” tutur Bima Sakti.

“Terutama saat transisi negatif (dari menyerang ke bertahan),” tandasnya.

Sebelumnya Bima Sakti pernah mengatakan bahwa kekalahan di UEA menjadi bahan evaluasi utama bagi tim pelatih dalam menyusun program pemusatan latihan di Yogyakarta.

Lewat dua kekalahan itu, tim pelatih timnas U-16 Indonesia menyadari bahwa anak asuhnya masih punya kekurangan yang cukup besar di sektor pertahanan.

“Dari awal kami latihan disini ada game situation, finishing training, kemudian organisasi bertahan di sektor belakang,” ucap Bima Sakti pada Jumat (11/12/2020).

“Karena kami melihat video kemarin waktu uji coba melawan UEA (Uni Emirat Arab) memang masih banyak kekurangan yang harus kami benahi,” pungkasnya.