Aji Santoso Setuju Kegiatan Fun Football, Pemain Persebaya Tetap Dilarang Tarkam

Fenomena fun football kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional. Agenda itu kian menjamu seiring tidak jelasnya status lanjutan Shopee Liga 1. Pelatih Persebaya Surabaya, , pun mengungkapkan pandangannya terkait kegiatan tersebut.

Fun Football merupakan pertandingan sepak bola amatir yang digelar oleh komunitas-komunitas penggemar sepak bola. Tujuan dari laga ini hanya untuk bersenang-senang saja, sehingga tidak rawan cedera. Apalagi hanya pemain tertentu yang bisa bergabung dalam sebuah pertandingan yang digelar oleh komunitas tersebut.

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, tidak mempermasalahkan jika ada pemainnya yang mengikuti fun football. Menurutnya, itu juga bisa membantu para pemain menjaga kondisi kebugaran dengan tetap merasakan atmosfer pertandingan.

“Kalau hanya sekadar bermain sepak bola di kampung masing-masing tidak apa-apa. Mau ikut fun football, silakan saja,” ucap Aji Santoso.

Fun Football menjadi beken lewat , sebuah tim yang diisi para pesohor di Tanah Air. Dalam berbagai akun Youtube, mereka biasa mengundang pemain sepak bola profesional untuk ikut bertanding.

Mereka yang pernah datang antara lain Hamka Hamzah, , , Riko Simanjuntak, Gunawan Dwi Cahyo, , dan masih banyak lagi.

Namun, Aji Santoso tetap melarang pemain Persebaya Surabaya untuk ambil bagian dalam turnamen antarkampung (). Turnamen amatir yang satu ini dinilai sangat berbahaya jika diikuti oleh pemain sepak bola profesional.

Dalam turnamen tarkam, terdapat adagium yang rawan membuat pemain cedera, yakni ‘bola boleh lewat, tapi orangnya jangan’. Makanya, tidak jarang para pemain profesional mengalami cedera setelah tampil dalam turnamen tarkam.

Aji Santoso memahami kondisi finansial pemain yang bermasalah lantaran mengalami pemotongan gaji hingga 75 persen sesuai kebijakan PSSI. Namun, ia tetap meminta pemainnya tidak tergoda tawaran bermain tarkam meski dengan honor yang menggiurkan.

“Kalau yang dilarang itu ikut tarkam. Pemotongan gaji memang terasa, demikian juga dengan menjaga kondisi pemain agar tetap terjaga. Kalau hanya latihan tapi tidak ada yang dituju, membuat semangat pemain menurun,” ujar Aji Santoso.

“Para pemain memang harus melewati tantangan ini. Bagaimana upaya anak-anak Persebaya bersikap profesional menjaga kondisi selama libur kompetisi,” lanjut pelatih Persebaya Surabaya berlisensi Pro itu.

Turnamen tarkam sempat menjadi sorotan saat melibatkan pemain PSM Makassar, , yang tampil bersama sebuah tim di Jember pada 17 November 2020. Dalam pertandingan itu, penonton sampai masuk lapangan dan terlibat dalam kericuhan yang mengancam keselamatan pemain.

Berita Terkait