Menikmati Peran Baru di PSS Sleman ala Danilo Fernando

Sosok bisa dibilang sukses saat masih aktif bermain di lapangan hijau. Ia mempersembahkan gelar juara setidaknya bagi tiga klub berbeda yakni , Persebaya Surabaya, dan Kediri.

Setelah pensiun sebagai pemain sepak bola, kariernya juga tidak kalah melejit. Ia tetap fokus di dunia sepak bola sebagai asisten pelatih sejak gantung sepatu beberapa musim lalu. Hingga ia terakhir kali menjadi seorang asisten pelatih Sleman di Shopee 2019.

Namun kini ia punya peran baru, meski masih di lingkup timnya PSS. Sejak memasuki musim 2020, Danilo Fernando ditunjuk sebagai manajer coach oleh tim Elang Jawa. Tugas ganda pun diembannya.

Sebagai manajer tim ia harus bisa menjaga elemen di skuad PSS. Di sisi lain ia juga membantu tugas pelatih kepala Dejan Antonic di lapangan, karena Danilo punya bekal sebagai mantan pemain dan juga memiliki lisensi kepelatihan B-AFC.

“Transisi dari asisten pelatih ke manajer berjalan cukup cepat, karena baru setahun terakhir. Saya ikut dipercaya membawa staf dan tanggung jawab, Alhamdulillah berjalan lancar,” beber Danilo dalam wawancaranya di podcast PSS Sleman, Selasa (8/12/2020).

“Ada perubahan sikap dari saya pribadi, menjadi lebih tegas dan mengontrol situasi di dalam dan luar lapangan,” tuturnya.

Ia menjelaskan tugasnya di PSS tak lepas dari adanya amanat yang diberikan Dirut klub, Marco Gracia Paulo kepada dirinya. Ia diminta punya tanggung jawab kepada seluruh staff maupun pelatih, mengarahkan masing-masing elemen agar timnya selalu kondusif.

“Memang jadi pengalaman baru bagi saya seperti melakukan renegosiasi kemarin saat kompetisi Shopee Liga 1 ditangguhkan. Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar, saat semuanya sepakat untuk masih bersama,” beber eks pemain .

Danilo mengaku begitu menikmati setiap proses yang ia dapatkan saat ini bersama PSS. Termasuk posisi atau jabatannya yang menjadi seorang manajer, ia merasa tidak keberatan dan bisa banyak belajar dari situ.

Meski demikian, Danilo masih menyimpan keinginan untuk bisa menjadi pelatih kepala suatu saat nanti. Sebuah jabatan yang ia idamkan sejak lama, meski dirinya masih perlu banyak menimba ilmu lagi di dunia kepelatihan.

“Kalau saya nyaman yang penting masih ada di dalam sepak bola, mau jadi manajer, pelatih, atau CEO pun tidak masalah. Pengalaman saya sebagai pemain profesional bisa membantu di bidang sepak bola yang sudah mendarah daging,” kata dia.

“Butuh tiga empat tahun lagi kalau jadi pelatih kepala. Tapi melihat perkembangan industri sepak bola , saya ingin jadi manajer coach, harapannya tetap berada di PSS sampai impian saya terwujud,” jelas Danilo menutup percakapannya.

Berita Terkait