Kritik Pedas Persebaya Kepada PSSI soal Ketidakjelasan Nasib Lanjutan Liga 1

Sekretaris tim Persebaya, Ram Surahman, mengkritik PSSI soal ketidakjelasan nasib lanjutan kompetisi. Menurut Ram, sampai saat ini klub belum juga menerima kepastian terkait lanjutan Liga 1 musim ini.

Setelah dua kali mengalami penundaan pada Oktober dan November, lanjutan Liga 1 direncanakan diputar kembali mulai Februari 2021. Namun, kepolisian belum juga menerbitkan izin untuk PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk menggulirkan kompetisi.

Ram mengatakan Persebaya sudah meminta PSSI untuk memutuskan kompetisi musim ini dihentikan. Akan tetapi, saran tersebut tidak diterima.

“Kami ini sudah kehilangan kata-kata. Mereka ini seperti tidak mau mendengar suara klub. Saat awal diputuskan Juli, kami sudah ingatkan bahwa Covid-19 ini masih tinggi. Bagaimana antisipasinya. Kemudian, Oktober batal kick off, lalu November,” kata Ram saat dihubungi wartawan.

“Kami sarankan, daripada ini tidak menentu, akhiri saja ketidakpastian ini. Putuskan tidak ada kompetisi tahun ini. Siapkan untuk tahun depan lebih rapi. Konsolidasi,” tutur Ram menambahkan.

Ram merasa PSSI tidak menghargai pengorbanan klub yang sudah mencoba untuk bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Tanpa ada kompetisi, pemasukan klub dipastikan menurun drastis.

Klub juga harus tetap menggaji para pemain serta karyawannya. Meski dipotong mencapai 75 persen, namun hal itu tetap membebani klub jika tanpa berlaga di kompetisi.

“Klub sudah berdarah-darah. Kami ini dipaksa menunggu sesuatu yang tidak jelas, argo kami jalan terus. Makanya sekarang posisi kami pasif aja dulu. Kami trauma waktu Oktober itu. Udah semua matang, pemain sudah datang, h-3 (batal). Sekarang kuncinya di PSSI. Kompetisi mau diapakan.” ujar Ram

“Yang kedua ini sebetulnya sampai capek. PSSI selalu bilang ke mana-mana, protokol kesehatan siap. Persebaya itu sampai sekarang belum mendapat dokumen protokol kesehatan. Jadi gimana ini panduan. Katanya kita ini mau perang melawan Covid-19, tapi kita ga dibekali panduan,” tuturnya menambahkan.