Gubernur Sumsel Janjikan Perbaikan Venue Piala Dunia U-20 Beres Maret 2021

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menjanjikan pekerjaan fisik perbaikan venue Piala Dunia U-20 2021 beres pada Maret 2021.

Sebelumnya, FIFA memang telah memberikan target persiapan Piala Dunia U-20 pada tahun depan di Indonesia harus rampung pada Maret 2021.

Terkait target tersebut, Herman Deru mengatakan sangat optimistis bisa mencapainya. Itu jika melihat progres yang sudah berjalan saat ini.

Untuk Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, progresnya memang sudah mencapai 90 persen dan 70 persen untuk tempat lapangan latihan.

“Sejauh ini progres sesuai dengan harapan dan Maret itu tidak ada lagi pekerjaan. Insyaallah selesai karena ada hujan. Ini bagus untuk rumput,” katanya.

Ia mengatakan, Sumsel sebagai daerah yang dipercaya menggelar Piala Dunia U-20 2021 memproyeksikan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring jadi stadion utama.

Kemudian, menyediakan empat lapangan latihan, yakni menggunakan lapangan rumput di Stadion Atletik, Stadion Baseball, Stadion Panahan, dan Stadion Madya.

Keempat lapangan rumput ini mengalami perbaikan total, sehingga saat ini belum dilakukan penanaman rumput.

“Untuk lapangan latihan kami targetkan pada Februari sudah selesai,” ucap Herman Deru, Selasa (9/12/2020), dilansir dari Antara.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat karena kali ini tantangannya lebih besar daripada sebelumnya (Asian Games 2018).

β€œIni perhelatan dunia, kami butuh bimbingan agar progres pembangunan yang dilakukan sesuai dengan rencana pemerintah pusat,” kata Herman Deru.

“Konstruksi akan selesai pada Maret dan selanjutnya bisa fokus pada persiapan penyelenggaraan, seperti bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ia menambahkan.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, memuji persiapan Sumsel menjadi salah satu tempat tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

“Secara umum persiapan Sumsel ini luar biasa, apalagi untuk daerah yang sudah berpengalaman di Asian Games,” kata Zainudin usai melakukan kunjungan.

“Tapi saya yakin ini tetap tantangan tersendiri karena level dunia, bagaimana membuat siapa saja yang datang tidak kecewa dan nyaman,” Zainudin Amali memungkasi.