Sesal & Syukur Yudha Febrian Yang Siap Masuk Pesantren

Manajemen Barito Putera mengambil langkah unik untuk memberi pelajaran kepada pemainnya yang ketahuan dugem pada saat pemusatan latihan (TC) bersama timnas Indonesia U-19, Yudha Febrian.

Sebagaimana diketahui, Hasnuryadi Sulaiman selaku CEO klub telah menyambut Yudha dan sang ayah di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, pekan lalu. Di situ, Hasnur memaafkan kesalahan dari Yudha.

Namun, pelajaran tetap diberikan manajemen Barito dengan harapan Yudha bisa berubah dan berbenah. Yudha bakal dikirim ke pesantren untuk memperbaiki ilmu agamanya, dan Yudha menyatakan bersedia untuk itu.

Pemain berusia 18 tahun ini mengakui bahwa dirinya telah berbuat salah dan merasa menyesal. Yudha juga lega karena Laskar Antasari tetap berbesar hati untuk menerima dirinya, dan membantunya berubah lebih baik.

“Saya sangat bersyukur alhamdulillah atas kebaikan manajemen Barito Putera menyikapi masalah yang saya perbuat ini,” ungkap Yudha setelah menyerahkan surat pernyataan siap dikirim ke pesantren, 7 Desember.

“Saya berjanji setelah program pembinaan ini saya tidak melakukan hal yang sama. Saya sangat menyesal karena kasus ini gara-gara kesalahan saya sendiri,” sambung bek kiri yang pernah jadi bagian timnas Indonesia U-16 itu.

Selama mengikuti kegiatan di pesantren, Yudha tetap punya kewajiban untuk melakukan latihan sebagai pesepakbola. Segala persiapan untuk menjalani kegiatan dunia dan akhirat telah dipikirkan Yudha yang akan segera jadi santri.

“Persiapan yang saya bawa paling sarung, baju koko, kopiah dan alat salat. Selain itu juga saya bawa baju buat latihan dan sepatu bola,” beber Yudha dikutip laman resmi Barito.

“Manajemen dan tim pelatih membuatkan saya program latihan buat menjaga kondisi di sana. Nanti juga ada pelatih dari Barito Putera yang mendampingi saya selama berlatih di pesantren,” tukas pemain jebolan Garuda Select ini.

Yudha dinyatakan indisipliner pada TC timnas U-19 di Jakarta bersama pemain Bhayangkara FC, Serdy Ephyfano. Keduanya telat datang latihan, tak menimbang berat badan, serta pulang dinihari ke hotel tempat timnas U-19 menginap.

Setelah keduanya dicoret, beberapa hari kemudian beredar video bahwa keduanya dugem pada saat TC berlangsung. Hal ini membuat warganet marah, dan Serdy pun dipecat oleh manajemen Bhayangkara, karena Agustus lalu sudah pernah indisipliner di TC timnas U-19.